Tiga Hari Offline, Hosting Apaan Ini?

Tiga hari, atau mungkin pastinya lebih, blog saya tidak bisa dibuka sama sekali yang ada hanya tampilan seperti ini.

kamtizone.com getting error, offline for 3 days, hosted at Idwebspace.com

Sudah dua harian juga saya sampaikan komplain saya melalui support ticket di client area, tapi hingga saat ini masih tidak mendapat tanggapan apapun. Hal ini membuat saya sangat kecewa dengan jasa hosting yang disediakan oleh IdWebspace, apa salah saya, sebagai seorang konsumen saya tidak melakukan berbagai hal yang melanggar hukum, atau bertentangan dengan ketentuan service mereka, kalaupun selama ini tanpa sengaja, mungkin saya kilaf dalam menulis harusnya juga tidak seperti ini caranya.

Harusnya ada pemberitahuan sebelum melaksanakan ban pada costumernya. Memang sih, beberapa waktu yang lalu pernah saya mendapati blog saya disk spacenya melampaui quota, hal itu tidak saya sadari karena plugin global translator yang membuat file static atas tiap halaman dalam berbagai bahasa. Namun kemudian saya kurangi dengan hanya menggunakan plugin tersebut atas sekitar 14 bahasa, kemudian menghapus folder file terjemahan pada bahasa yang tidak saya pakai hingga space tinggal 68an MB. Apakah yang demikian saya bisa dipersalahkan?

Saya sudah memeriksanya, andaikan mungkin ada kesalahan pada router yang berada di atas akses internet yang saya gunakan, misalnya ada kesalahan dengan memblokir blog saya. Dan memang tidak, saya coba membukanya dengan ponsel saya, error pun juga muncul, saya ping melalui situs yang melakukan service pengecekan uptime juga ternyata tidak bisa.

Lihat ini :

Layanan hosting Idwebspace yang buruk

atau juga yang ini :

Hosting Offline 3 Hari, Idwebspace

Pokoknya saya sangat kecewa dengan service-nya Idwebspace, kita tunggu saja ya teman-teman *mang punya teman 😛 * apa yang akan mereka perbuat. Pokoknya dongkol banget deh, dengan hal tidak mengenakkan seperti ini.

Be Yourself [Song Meaning of Everybody’s Fool – Evanescence]

Seringkali, orang-orang  memang merasa kurang nyaman dengan diri mereka apa adanya. Sehingga sering, mereka meniru tokoh-tokoh tertentu dalam berbagai hal, mulai cara berpakaian, pergaulan hingga gaya berbicara. Cuma demi satu keinginan untuk menutupi segala kelemahan dan kekurangan yang dimiliki, yang sebenarnya kalau kita mau berpikir lebih dalam sedikit kekurangan tersebut juga karunia dariNya yang perlu kita syukuri, karena mengingatkan kita bahwa kita cuma makhluk lemah diantara makhluk-makhluk lemah lainnya, yang tak bisa lepas dari DIA sedetikpun.

“Everybody’s Fool”

perfect by nature
icons of self indulgence
just what we all need
more lies about a world that

never was and never will be
have you no shame don’t you see me
you know you’ve got everybody fooled

look here she comes now
bow down and stare in wonder
oh how we love you
no flaws when you’re pretending
but now i know she

never was and never will be
you don’t know how you’ve betrayed me
and somehow you’ve got everybody fooled

without the mask where will you hide
can’t find yourself lost in your lie

i know the truth now
i know who you are
and i don’t love you anymore

it never was and never will be
you don’t know how you’ve betrayed me
and somehow you’ve got everybody fooled

it never was and never will be
you’re not real and you can’t save me
somehow now you’re everybody’s fool

[Thanks to jamie_inscore@yahoo.com for correcting these lyrics]

EVANESCENCE LYRICS at www.AZLyrics.com ]

Lihat bait ke lima dan dua bait terakhir lagu di atas, orang yang bertingkah tidak seperti dirinya apa adanya, tanpa sadar telah membohongi / menghianati orang disekitarnya, sampai-sampai dia sendiri tidak tahu kalau dia berbohong. Tapi ya tetap, semua orang banyak yang tertipu, kecuali satu atau dua orang yang mengambil sudut pandang lain atas satu hal.

Bait ke lima gambaran nyata, bahwa orang seperti itu tak akan dapat menemukan dirinya sendiri, karena banyaknya kebohongan yang menutupi dirinya sendiri, yang ironisnya juga keluar dari dirinya sendiri 😛 Paling akhir, lebih miris, mereka bukan apa-apa di dunia ini, sekedar kebodohan bagi orang-orang yang masih tertipu akan diri mereka. Yap, hanya kebodohan, bukan apa-apa, apalagi manusia. So, be yourself!

Diganjar Om Google

Sudah sebulan lebih ternyata saya sudah tidak posting di blog ini, perhatian saya lebih besar ke blog lainnya(Kamtizone.com) atau malah aktifitas offline lainnya. Tapi kalau boleh jujur sih kalau buat facebook-an selalu disempet-sempetin walau lewat hp. Parah bener deh kondisi sekarang, mau gimana lagi, pesenan mengalir dengan deras, mulai design cover buku, CD atau juga box CD-nya nggak ada berhentinya.

Karena jarangnya merangkai kata dan sedikit berbagi apa yang saya hadapi itukah gerangan yang mengakibatkan saya harus melihat PR blog ini anjlok ke 0, setelah kemarin-kemarin baik-baik saja di angka 3. Saya diganjar Om Google nih! Tapi siapa juga yang peduli PR setengah mati, itu khan cuman gambaran sekilas posisi blog kita di dunia maya yang luas ini. Nggak ada efek samping sama sekali dengan kita yang berada di dunia nyata khan.

Ya dah, kalo gitu cerita dikit aja, setelah semua aktifitas tersebut agak reda, dan adanya insiden kerusakan di ponsel saya, kemarin saya seusai mengambilnya di service center langsung aja meluncur pakai becak ke Gramedia, tau apa yang saya cari? Jangan katakan buku blogging atau adsense, yang saya cari utamanya adalah sebuah novel, yap, novel.

5 cm. Itu adalah novel yang saya inginkan kemarin, karena membaca berbagai review di internet tentang bagusnya novel tersebut, saya jadi penasaran, apalagi ternyata ga ada yang versi bajakan ebook yang bisa saya temukan di internet. Pikir saya ga apa-apalah, buat motivasi diri masak pakai barang ga bener juga 😛 Saya agak kaget waktu membaca sampul belakangnya, ternyata di sana ada tulisan mbok Ve, tentang novel ini, jadi makin yakin buat meminangnya pulang deh.

Di urutan kedua setelahnya adalah, novel lagi, kali ini terjemahan, saya sangat penasaran untuk mengetahui keberadaan novel yang satu ini, setelah keempat buku yang sama dari penulis ini, The da Vinci Code, Angels and Demons, Deception Point juga Digital Fortress telah saya libas semuanya versi ebooknya. Saya makin penasaran dengan novel terakhir Dan Brown, The Lost Symbol. Dan memang ada di Gramedia, tapi harganya lumayan juga sih 110 ribu untuk yang soft cover dan 136 ribu buat yang hard cover, mungkin bulan depan saja ya. Tebelnya juga nyamain Qur’an, kapan bacanya 😛

Sebagai tambahan oleh-oleh buat di rumah, nggak terima dengan cuma satu buku akhirnya nyoba cari lagi. Awalnya sejak pertama masuk dah nglirik Man Jadda Wa Jadda, motivasi juga nih, tapi kok rasanya ga seru ya kalau beli 2 buku semmuanya seperti itu. Akhirnya ya kembali lagi, namanya Computerholic ya cari yang tentang komputer, design tepatnya. Lebih detilnya Adobe Illustrator. Sekali-kali belajar design yang basisnya vektor, jangan cuman pixel melulu.