A New Point Has Come

Kalau melihat reaksi mas Junthit dan salah satu pembaca baru blog aku ini atas postinganku kemarin aku jadi ngakak sendiri. Karena ternyata yang terjadi adalah kekeliruan dalam menerka-nerka apa maksud dari postingku itu πŸ˜€ Sebenarnya aku membuat posting itu sebagai salah satu postingan akhirku di blog ini. Karenanya memang benar jika nuansa dalam posting itu adalah perpisahan dan perceraian. Yang aku maksud dalam kita itu adalah kita-kita semua ini, para blogger semuanya. Eh lha kok dikira malah saya putus sama pacar saya πŸ˜€ Aku khan jomblo sejati, ada yang mo daptar (cewek tentunya, kalo cowok amit-amit, kelaut aja deh 😈 )

Ada yang kasihan sama saya lagi, padahal sayanya aja nggak kenapa-napa kok πŸ˜› Dibalik itu ternyata posting itu semakin membuktikan kalau saya adalah orang yang multitalented πŸ˜€ masih memiliki jiwa seni. Terlihat dari puisi asal-asalan yang saya buat bisa membuat orang lain yang membaca lebih bisa menghayati perpisahan yang terkandung di dalamnya. Aku juga nggak ngira kalo bisa jadi sepuitis itu πŸ˜€ Padahal selama ini aku merasa kalau aku itu orang yang paling dingin, serasa hati ini dingin banget, beku seperti es dalam hal seperti ini. Nggak tau karena apa kenapa bakat terpendam aku yang itu bisa bangkit.

Lha terus, kalo itu adalah postingan akhir bagaimana dengan postingan ini? Apakah inilah yang terakhir ? Semoga saja ya. Semoga saja setelah ini saya sudah tidak tertarik lagi sama sekali dengan blog ini. Walau blog ini yang entah karena perjuangan seperti apa aku saja nggak tahu lagi, bisa punya PR5 segala. Dan semoga saja setelah ini blog ini tidak datang dalam mimpiku untuk minta diberi posting lagi barang sepotong. Semoga saja kami setelah ini saling merelakan untuk meninggalkan satu dan yang lain *kayak malah blog ini ya yang jadi pacar saya πŸ˜€ *

Lha setelah ini sambilannya mo ngapain lagi mas kalau nggak ngeblog? Apa mau jadi kuli bangunan saja ? Atau mau jadi tukang ojek? Ya nggak lah, seorangΒ  bloger jomblo sejati *halah* nggak akan berhenti begitu saja. Sudah sejak hari jum’at yang lalu aku sudah mulai membangun blog baru. Namun aku masih diam saja, nggak ada seorangpun yang aku beritahu secara langsung kalau blog itu telah berwujud. Efek dari ke-introvert-an saya yang berlebihan nih. Nggak mau tau urusan orang tapi juga senengnya sembunyi dari sorotan orang.

Oke deh, dah agak panjang neh kelihatannya. Sekarang ini saya yang berdiri di sini *eh lagi duduk di kursi dhenk* dengan posting yang diawali dengan image yang nggak jelas apakah itu pagi atau sore, apakah itu a new start point atau justru end of averything. Dengan posting seharga lebih dari sebuah MMS karena image itu aku kirim ke e-mail dari hp agar bisa go to internet *karena nggak ada card reader πŸ™‚ * Dan maseh dengan kebingungan yang *mungkin* nggak ada akhirnya antara ‘saya’ dan ‘aku’ mana yang lebih bagus untuk dipakai dalam blog. Gue nyatain kalau blog ini akan vaccum dan sebagai gantinya semua sodara blogger dan pembaca blog ini bisa menjenguk saya yang lagi sekarat di blog saya yang baru.

Visit me at :

maskamty.net
Iklan

Jika…

Sudah sekian lama kita bersama
Mengisi hari,
Dengan kata dan rangkaian sapa

Terlalu banyak ukiran cerita
Yang telah kita torehkan
Memenuhi jeda dalam memory kita

Banyak cerita
Mengalir antara kita
Mengikat hati selekat pagi dan embun

Tapi,
Jika memang waktu berkata tidak
Kita memang harus berpisah
Usah ada lagi cerita lalu….