The Piratebay Down?

Kemarin sore, saat mencoba mengakses thepiratebay.org saya mendapati ada error. Awalnya ya saya berpikir ya sudah, mungkin memang lagi ada maintenace atau apa, saya nggak ambil pusing. Sehingga untuk sementara waktu situs tersebut tidak bisa diakses layaknya hari-hari sebelumnya. Atau karena koneksi yang saya pakai beda dari biasanya, mungkin saja ISP-nya memblokir situs tersebut.

Akan tetapi, tadi sore, saat sudah merasa bosan dengan facebook dan setelah sekedar mengecek email lewat hp. Saya iseng-iseng buka detik.com, lihat-lihat berita lah, dari pada online cuman facebookan saja. Seperti biasa, yang namanya orang yang sudah terlalu banyak keracunan internet seperti saya pastinya bukanya ya detik iNet. Artikel demi artikel saya baca, hingga pada akhirnya menemukan sebuah berita tentang adanya satu situs tracker torrent baru menyusul runtuhnya The Piratebay.

Hah? The Piratebay  runtuh, sudah tidak dapat diakses lagi? Jadi ingat pengalaman kemarin sore, ya memang sudah nggak bisa berarti. Sedikit sedih juga. Karena saya sudah sangat terbiasa dengan situs ini, dan merasakan amat bergunanya untuk mencari hal-hal yang seringkai sulit saya dapat di tempat lain. Tapi yang lebih menyedihkan ya nasib para pendirinya yang ditangkap polisi.

Saking penasarannya, saya langsung mengecek tadinya, setelah saya buka ternyata masih bisa tuh. *seneng :mrgreen: *  Nggak tahu kenapa juga mengapa lihat juga di wikipedia, dan ternyata memang benar, sejak tanggal 24 kemarin ada trouble karena adanya perintah dari pengadilan Swedia untuk menutup The Piratebay ke ISPnya, Balck Internet. *namanya aja horror gitu ya 😛 * Tapi nggak lebih dari 4 jam, sudah ada pengumuman yang menyatakan kalau situsnya sudah direlokasi, tapi ya itu, namanya pindahan pasti belum lancar.

Syukur deh, kalau begitu, bisa kembali eksis, biar bagaimanapun, walau banyak materi yang di share dilindungi hak cipta segala macam, tapi keberadaannya memang sangat tidak bisa dipungkiri manfaatnya tho. Dan semoga para pendirinya juga bisa cepat bebas aja.

My First Stuff From The Web

The last Monday, was a little nice day for me. Because after the day before i can’t connect to the web almost all day. Just at the morning, on traditional market around me by my phone, and it just for opening my facebook account. I’m fell a little happy when reopen it again at the day, cause there were some greets from my friends about my birthday. And it was the greatest birthday ever in my life.

I usually never do anything at the day, and no one know or remember what the mean of the date for me, even myself sometimes 😀 But the last Monday, it was great. More over after opening my email I got a new message from Alnect.net, telling me that I was one of 319 winner from their blog contest.

And even I still just can dream – yes no more –  to get the first present [an Acer Aspire 😛 ] I still happy.  Getting a 4 GB USB flash disk, with no hard effort. I just hoping it will be my booster to do more, to teach myself  that we can get revenue from our blog. It was my first stuff I gain from the web, from this lovely blog especially.

Thanks alnect, giving me a present at my birthday, and all my friend for giving atention for me. Hope you all will get the same as what you hope to me.

Full Samsung M3510 Review

Ok deh, menuruti request dari sobat Yokhie seVen kemarin yang memberikan kometar di posting saya terdahulu tentang Samsung M3510, yang saya sendiri merasa kurang lengkap. Saya akan memberikan review yang lebih lengkap lagi tentang ponsel ini. Langsung aja, nggak banyak ini itu ya .

1. Fitur Extra [Musik]

Saya mulai dengan fitur yang diunggulkan ponsel ini. Yang paling menarik adalah kemampuan musikalitas yang disertai dengan shake controlnya. Meski menurut saya kurang bisa berguna, karena memang dari pihak Samsung sendiri mengakui fitur ini kurang maksimal, sehingga saya memilih untuk mematikan fitur ini saja. Saya paling sering mendapati fitur ini bekerja adalah saat meletakkannya di atas meja, dengan sedikit mengetukkan badan ponsel dua kali, maka otomatis player musiknya bisa mati sendiri. Selain juga bisa bekerja untuk aplikasi tambahan bawaan ponsel ini.

Terlepas dari itu, mari kita mencoba untuk melihat lebih dalam ke kemampuan player musiknya sendiri. Bisa dibilang suaranya sudah cukup enak, nggak ada kekurangan kalau mau didengarkan tanpa headset. Cuman satu – mungkin karena terbiasa dengan suara yang lebih keras – saya merasa kurang kenceng aja, karena kalau dilihat fisik speakernya jauh lebih kecil dibanding Motorola W388 saya, apalagi BenQ C30. Tapi soal kwalitas, jelas lebih baik, posisi speaker juga menggunakan earpiece depan, jadi suaranya bisa lebih terdengar natural.

Bagaimana jika didengarkan menggunakan headset? Mantab bro, saya sangat senang mendengarkan Leave Out All The Rest dan Lying From You punya Linkin Park lewat headset ini. Suara bass yang dihasilkan mantab, besar tapi nggak pecah sama sekali. Samsung emang pinter ngracik headset ini, beda dengan headset standar lain yang saya pakai sebelumnya, kalau terlalu kenceng bikin kuping keder. Disamping itu sudah ada Equalizer yang jumlahnya 12. Tampilan player yang sudah support clipart juga makin membuat cantik rasanya. Kalau bosen juga bisa pindah dengerin radio saja.

2.Kamera.

Mengusung resolusi 2 Mpix, standar lah. Interface saat pengambilan gambar juga sudah intuitif. Sama halnya dengan saat menggunakan player musik, saat menggunakan kamera tombol di keypad juga berubah fungsi untuk mempermudah aktifitas kita. Mulai dari mengatur ukuran gambar, kwalitas, efek dan pindah cepat ke video semuanya ada. Daftar shortcut ini bisa kita temukan di option-shortcuts untuk musik dan option-camera shortcut untuk kamera.

Kalau dilihat dari softwarenya, juga sudah cukup mumpuni nih, setara denga  Symbian 3rd S60 edition lah. Walau memainkan player musik, tapi sudah bisa ndobel kamera dan juga aplikasi java. Yang saya rasa terlewatkan adalah shortcut musik yang ada di kiri body sebenarnya bisa saja digunakan untuk tombol take picturenya. Tapi Samsung nampaknya tidak melihat kebaikan dari pemikiran saya itu. Mereka tetap mempercayakan tombol tengah d-pad untuk mengeksekusi pengambilan gambar. Ditambah lagi dengan viewfinder yang agak menipu, karena photo yang kita ambil pasti hasilnya selalu lebih dari apa yang terlihat di viewfinder. Untuk sisi melebarnya pasti ada saja yang tadinya tidak terlihat jadi muncul di foto hasil jepretannya.

3. Konektivitas dan Memory

Nggak usah ditanya soal ini, dah ada bluetooth yang supposrt A2DP, meski saya belum nyoba pakai headset yang pakai kanal bluetooth. Tapi kalau dipakai transfer data dah lancar dah. Ketika digunakan sebagai modem juga relatif cepat. Karena selain menggunakan jalur GPRS, Samsung M3510 ini juga mensupport kanal data EDGE.

Urusan memory apalagi, dari spec-nya sih kita bisa pakai MicroSD yang punya kapasitas 8 GB. Walau dalam paket penjualan kemarin saya nggak menemui sebiji MicroSD pun (dan sampai sekarang belum juga saya carikan, males ke solo, Sragen adanya cuman 2 GB), tapi memory internalnya yang 40 MB sudah bisa menolong lah, kalau Cuma mau nyimpen lagu favorit dah bisa muat sampai 9 lagu dengan bitrate minimal 128 kbps. Satu lagi, alokasi untuk aplikasi Java nih yang saya rasa perlu ditambah, soalnya cuman ada space 4 MB untuk mengakomodasi ini. Jadi ya agak terbatas jumlah aplikasi yang bisa kita install.

4. Ponsel, tetaplah Ponsel

Mau secanggih apapun, yang namanya ponsel haruslah mencukupi kapasitasnya sebagai ponsel, nggak boleh dikalahkan dengan fitur tambahannya. Secara garis besar juga sudah bisa mengakomodasi semua fungsinya sebagai ponsel, adanya setup wizzard sudah sangat membantu untuk mengatur settingan ponsel. Untuk aktifasi gprs juga sangat mudah. Sepanjang saya menggunakan Motorola, belum pernah bisa saya menggunakan jalur data pada kartu xl saya. Tapi begitu pakai ponsel ini, langsung bisa ON. Tinggal pilih saja profilnya, nggak perlu ngisi APN dan lain-lain. Begitu ganti IM3 juga gampang, pilih aja jalur koneksinya ke indosat, beres.

Untuk perpesanan, Ok coy, sms biasa, email sejauh ini yang sudah saya coba setting, lancar saja tuh, sudah bisa kirim email langsung dari ponsel dengan menggunakan account email blog berbayar saya. Ditambah lagi ada fitur block list untuk meblokir orang-orang yang tidak kita inginkan menghubungi kita. Lewat semua jalur, call, sms, email, mms semuanya ada fitur ini.

Satu hal yang bikin saya agak gusar adalah suara ringtone dan juga sms yang terdengar terlalu pelan. Saya seringkali melewatkan membalas beberapa sms ketika berada di keramaian. Karena sama sekali nggak mendengar ringtone tersebut, meski sudah saya setting maksimal.

5. Design

Nggak boleh dilupakan juga nih, design, tampilan sosok ponsel tersebut. Sekilas pandang sangat ergonomis, dengan dimensinya yang langsing dengan ketebalan nggak lebih dari 1 cm. Layarnya juga terlihat cukup luas dengan diagonalnya yang sudah 2 inchi. Disokong dengan resolusi yang sudah menjadi standar 240 x 320 sangatlah apik dengan ketajaman warna 16 juta.

Selain menggunakan headset bawaan yang juga menggunakan interface transfer data dan juga charger sebagai lubang eksekusi semua lagunya, juga ada lagi colokan headset satunya lagi tepat diatas-kanan ponsel, sehingga saat ditaruh disaku, dengan headset terpasang tetap nyaman. Dibawah lubah headset standar tersebut ada tombol shortcut pengatur volume, increase dan decrease. Sedang di sisi sebaliknya, di bawah colokan kabel data ada shortcut untuk player musiknya. Meski terasa tumpang tindih dengan shortcut yang ada di atas keypad untuk urusan ini.

Tombol shortcut di atas keypad itu saya rasa justru kurang mendukung saat interface di layar berada pada player musik itu sendiri. Karena fungsinya dengan tombol d-pad sama persis. Cuman lebih tegas aja, kalau dengan d-pad mungkin saat ingin mem-pause musik dan ponsel dalam keadaan tidak siaga (layar sudah padam), harus dipencet dua kali, dengan tombol itu, apapun kondisinya cukup sekali saja. Tapi saat kita menggunakannya sembari browsing dengan Opera Mini ™ semisal, tombol ini sangat membantu, kita bisa langsung mengontrol player musiknya dari sini.

Ketika Maya Telah Pergi.

Saya mulai intens mengorbit di dunia maya ini sudah sejak dua tahunan yang lalu. Dengan blog inilah saya memulai untuk mengenal Internet jauh lebih dalam. Awalnya saya merasa bahwa Internet merupakan sisi lain dari hidup dan rutinitas yang biasa saya jalani. Di sini, saya merasa bisa berperan menjadi orang lain yang lebih ringan dalam menjalani hidup ini. Karena saya bisa berbuat dan menulis apa saja semau saya.

Sejak awal pula, saya merasa bahwa saya di dunia nyata sangatlah berbeda dengan dunia yang sebenarnya. Sehingga saya mulai membangun image saya yang lumayan jauh dari saya yang sesungguhnya. Walau cuman nama yang paling berbeda (awalnya nama saya yang mengisi blog ini abuanas, trus jadi anas biasa dikenal blogger lain), nggak lebih. Tanggal lahir, ciri-ciri dan latar belakang semua saya tulis sesuai kenyataan.

Kenapa musti ganti nama? Karena saya muslim. Dalam Islam, hendaknya seseorang itu memakai nama yang baik. Terus terang, entah malu dengan nama asli saya atau bingung dengan arti didalamnya (kalau ada) saya merasa kurang nyaman untuk memakainya. Hingga saya akhirnya memilih nama tadi, karena saya rasa nama itu simple, termasuk nama yang beberapa keluarga dan sahabat nabi SAW gunakan, dan seakan ringan, tak ada kesombongan di dalamnya.

Namun sekarang, setelah facebook hadir di dunia saya. Dan keajaibannya telah berhasil menjebol tembok pembatas anatara dunia nyata dan tidak. Mengusir pergi jauh semua ke’maya’an yang tadinya ada. Menyatukan keduaanya dalam simpul-simpul ikatan persahabatan. Saya mengalami sedikit kesulitan, terutama karena dengannya saya dipaksa menyatukan perbedaan yang telah saya buat lebih dari dua tahun tersebut. Banyak teman dari dunia maya/internet mengenal saya sebagai anas, tetapi disisi lain yang dari kehidupan keseharian saya mengenal saya sebagai kamtiyono.

Saya awalnya juga pikir-pikir mau pakai nama apa ya enaknya di facebook? Tapi akhirnya ya udah, gabungin aja keduanya, biar semua tahu. Who am I? Yang di internet ga bakalan bingung kalo mau nyari saya dan yang dari kehidupan nyata yang tiap hari ketemu juga ga bingung.

Posting ini sekaligus jadi jawaban bagi anda yang mungkin heran, kenapa ada nama anas atau kamtiyono di dalam nick facebook saya.

Pentingkah Ber-Ulang Tahun ?

Sudah sejak saya kecil, saya tidak pernah merayakan perayaan hari ulang tahun saya. Hari-hari saya selalu biasa saja ketika hari itu tiba. Bahkan 16 Agustus 2 tahun yang lalu saja saya sampai lupa pada tanggal itu, sampai ketika saya mendapat sms dari indosat sekitar pukul 4 sore. Yang mengucapkan kalau hari itu saya ulang tahun. Tidak pernah ada pesta atau acara makan-makan saat hari itu tiba karena saya nggak pernah punya duit buat itu semua 😀

Mengapa saya bisa begitu? Prinsip hidup saya sederhana saja, nggak ada hari yang beda, semuanya adalah sama, penunjuk kebesaranNya. Bahkan seringkali hari lebaran juga saya anggap biasa, sudah lebih dari 7 tahun saya tidak pergi ke mana-mana seperti teman-teman saya. paling juga cuman istirahat di rumah. Main ke tempat tetangga juga jarang, buat apa kita dateng minta maap dan sebagainya kalau nyatanya hati kita nggak seperti apa yang kita lakuin.

Disamping itu, mana ada budaya seperti itu, selain budayanya orang-orang yang hambur-hamburin biaya. lihat aja disekeliling kita, yang pada kesusahan buat makan  aja banyak kok, kenapa mikir pesta cuman karena hari itu tanggalnya sama dengan hari kelahiran kita 😀 Nggak ngaru lagi, mau dipestain semegah apa juga ga ada efeknya, tul nggak :mrgreen: