Buat Template Itu Ternyata Sulit Ya

Kali ini berkebalikan dari kebiasaan saya yang kemaren, kalu dulu biasa ngopi yang di sini ke yang di blogspot. Untuk hari ini agaknya lain.

GreyWhite Still Full Bug

Alhamdulillah, akhirnya, setelah berusaha dengan sekuat tenaga dan pikiran. Diawali dengan kutak-katik tag-tag html dan css dari template hasil download kemaren dan usaha untuk mencoba yang nggak bosan-bosannya. Akhirnya dengan segala kekurangan dan kelemahan yang terdapat dalam template baru ini, saya nyatakan bahwa template ini telah resmi saya luncurkan. Template ini bisa dibilang masih dalam versi beta, yang kemungkinan bisa saja jadi beta selama-lamanya karena mungkin saya tidak dapat mengupgradenya nanti.

Adapun kelemahan template ini (yang telah saya ketahui) adalah:

  • Apa saja, posting mana saja yang sedang anda baca, maka pada title dari halaman atau tab browser anda tidak akan pernah berubah, selalu menunjukkan nama blog saja. Bukan nama blog disertai dengan judul postingan.
  • Sering terjadi kekacauan saat anda akan mengirim komentar, karena begitu berpindah posting yang anda baca, ada kemungkinan link untuk membuat komentar akan hilang. Karenanya saay rasa anda lebih baik memakai shoutbox untuk menegur saya.
  • Jika anda memaksa blog ini menampilkan posting lebih dari satu buah (arsip sebulan contohnya), maka anda jangan kaget ya. Karena akan terjadi kekacauan yang sangat besar. Posting berantakan, about me jadi rangkap dengan jumlah yang begitu banyaknya wah parah deh pokoknya 😦

Sedang Keunggulannya (menurut saya)

  • Menurut saya paduan warna hitam, abu-abu (grey) dan putihnya adalah sesuatu yang sangat cantik. Cool, tenang dan enak dipandang mata.
  • Satu yang tak anda temui jika kondisi jendela browser anda sudah maksimal dalam lebarnya. Anda tak akan pernah tahu hal ini. Jika anda mengurangi lebar browser anda seberapa saja (kecuali jika gambar dari technocrati sudah terpotong) maka anda tak perlu menggeser pandangan anda kesamping kanan maupun kiri. Karena template ini adalah width-oriented template.
  • Template semacam ini (versi classic) adalah template yang pada dasarnya mudah untuk diedit dan dibuat.

Sekian Release Note dari saya menghela napas panjang, kipas-kipas dengan kerendahan hati saya nyatakan bahwa GreyWhite masihlah sebuah template yang kurang hebat, karena dibuat oleh seorang plagiat amatir. It is a full bug Template.

Dah ah, woro-woro ditempat yang lebih strategisnya. Kalau butuh sceenshot silahkan mampir ke sana ya 🙂

 

Change Your Looks

Hehehe, kalau di blog yang disana mencoba ngomongin skinnya blog, sakarang dini saya kan ngomongin skin dari OS yang kita pakai. Temen-temen semua khususnya para pengguna Windows pasti tau deh kalau pakaiwindows khususnya yang sekarang masih paling banyak dipakai Windows XP itu themes yang ada jumlahnya sidikit, nggak sebegitu banyak dengan yang diusung Win98. Agak kuang puas pastinya. Masak release lebih akhir kok tampilanya malah lebih miskin variasi gitu ya 😦

Nah untuk menyiasati  hal itu sebenarnya kita bisa saja melakukan banyak perubahan padanya. Bahkan kita bisa mengganti tampilan dari Win Xp kita menjadi Vista Ultimate. Atau bahkan jadi KDE Linux, semuanya gampang kok.

Yang prtama, untuk mengubah tampilannya jadi Vista Ultimate kita cuman butuh Vista Transformation Pack yang untuk saat ini sydah release untuk versi 7. Berbeda dengan yang ada di PC Mild beberapa bulan lalu yang versi 6, yang menghasilkan Vista Home Edition atau apa itu ya  😕  Yang ini akan membuat tampilan Win Xp kita jadi Vista Ultimate, lebih keren pastinya. Rencananya Vista Transformation Pack 7.0.1 akan release nanti tanggal 9 September.

Nah kalau yang mulai tertarik saam Linux, kita juga bisa saja menggantinya dengan tapilannya KDE. Caranya ? masih sama dengan yang tadi menggunakan suatu software yang disebut dengan crystalxp-bricopack. Dengan bersenjaat file dengan ukuran nggak lebih dari 16 MB ini anda akan sukses mengganti wajah Xp anda serasa Linux. Disamping  tampilannya cukup keren, denagn Bricoxp ini kecepatan kompi anda terutama yang punya spek nggak tinggi-tinggi amat juga tidak akan begitu terbebani, berbeda dengan jika anda memakai Vista Transformation Pack, yang agak besar dalam menguras Resource.

Cara kerja keduanya sebenarnya sama, dengan mengubah system kita di windows/system32.  

Wah ternyata kita nggak perlu serepot itu, hal itu nggak wajib-wajib amat sih, tadi waktu nyari link untuk download bricoxp itu ternyata cukup sulit, tapi ternyata justru nemuin situs yang kaya akan themes,skin, icon,wallpaper dan macem-macem lagi seputar Xp, banyak deh. Kalau mau lihat bisa klik TrucsenVrac Site .

Dah ahh coba install skin anyar dulu nih 🙂

Syukur dan Improvisasi

Berawal dari rasa bingung memikiran diri sendiri, yang kadang kebingungan untuk menyikapi kondisi diri saat ini. Terutama jika mencoba untuk mengajak kepala membayangkan wajah dan diri ini lima, sepuluh atau lima belas tahun yang akan datang. Mencoba membuat jalinan tayangan fiktif tetang diri sendiri. Mencoba untuk merangkai rangkaian frame-frame kehidupan yang menurut saya dapat saja terjadi. Jika hal yang saat ini selaudan selalu saya lakukan.

Kadang, saya jadi takut, ngeri dan tak sanggup untuk berlama-lama berpikir tentang hal tersebut. Saya jadi resah dan gelisah danseringkali saya pun merasa marah terhadap diri saya sendiri. Bagaimana ini bisa terjadi, apakah yang kurang dari diri ini. Bisanya saya terpuruk ?

Anda ? Pernah juga ? Saya rasa ya ? Setiap orang pastinya pernah merasa bahwa dia pada suatu saat berada pada kondisi yang tidak mengenakkan dan ia benci. Semua orang pastinya pernah merasa gagal, hancur, terjebak kondisi, atau apalah. Yang jelas hal yang tidak membuat hati kita senang dan tenang, hal yang kadang membuat kita merasa rugi, merasa dicurangi dan merasa bahwa ini bukan sesuatu yang adil.

Bermula dari rasa itu, pastinya anda juga pernah merasa bahwa Tuhan sedang tak berbaik hati pada kita. Tuhan berlaku tak adil pada kita. Kita dicurangi oleh-Nya. Atau apalah.  Yang jelas rasa yang seringkali muncul itu membuat kita seringkali kurang bersyukur, kita merasa bahwa apa yang telah diberikan-Nya masih belum cukup. Kita merasa kita butuh lebih, bukan sekedar yang seperti ini ya Allah.. Bahkan sering kita berlaku yang lebih ‘parah’ dari sekedar itu. Kita merasa seolah kita tidak akan bisa lebih baik, karena Allah saja tak berpihak pada kita.

Yang ternyata yang demikian itu ternyata membawa kita untuk mnjadi hamba yang telah berlaku kufur, tidak bersyukur atas apa yang telah ia berikan. Kita yang tadinya memimpikan kemajuan dan improvisasi dari diri ini dalam masa yang akan datang, pada akhirnya justru menjadi orang yang berprasangka brurk terhadap nasib yang telah Ia gariskan. Sungguh yang seperti ini adalah suatu hal yang memprihatinkan diri dan bencana yang besar sebenarnya.

Dari ingin maju atau berimprovisasi ternyata membawa kita menjadi orang yang kufur, dan bahkan berprasangka buruk akan nikmat-Nya. Dimana dari prasangka buruk ini  sangat besar kemungkinan akan membawa kita pada keputusasaan dari nikmatnya. Yang sudah jelas berputus asa adalah suatu dosa yang besar. “Tiada berputus asa dari nikmat Allah kecuali orang-orang yang kafir”. 

Dan memang benar,  putus asa dilihat dari penalaran saja memang merupakan sesuatu yang akan membuat kita benar-benar akan hancur. Kita tak akan pernah mau mencoba untuk bangkit dan berusaha untuk menegejar ketertinggalan kita dan memperbaiki kesalahan kita yang telah kita lakukan dalam sejarah hidup kita. Tak akan ada tekad dalam keputusasaan. Dan tak ada kemajuan tanpa tekad. Tanpa kemajuan hanya ada kesia-siaan.

Sikap terbaik dalam menghadapi segala hal yang kita alami dan hadapi mungkin sebenarnay adalah selalu dan selalu memperpanjang tali kesabaran dalam diri kita. Bukan merenung, tapi hanya pada paoint yang membuat kita sakit hati. Pada kesalahan kecil yang kita lakukan namun berakibat sangatlah besar dalam hadup kita. Syukur adalah yang paling baik. Dengan syukur kita akan menjadi penuh semangat dan harapan, dengan syukur akan menguatkan daya juang dan kwalitas jiwa kita. Bukan kehidupan bila kita belum pernah sekali saja terjatuh. Justru dari jatuh itu kita akan semakin kuat dan perkasa.

Jadi apakah improvisasi itu adalah sesuatu yang tidak boleh kita angankan ? Dan apakah improvisasi adalah sesuatu yang hanya membuat kita sengsara saja ? Lantas dengan bekal apa kita hidup jika kita tak mengusung semangat untuk maju ? Pertanyaan bodoh……….

Seandainya Jepang Menjajah Kita 35 Tahun

Gila !! Mungkin ini yang pertama terlintas dalam pikiran anda saat membaca judul posting ‘gila’ ini. Tapi, memang inilah hal yang terlintas dalam pikiran saya, karena saya terlalu lama memikirkan tentang perayaan kemerdekaan negeri ini saat ini, akhirnya saya justru merasa bahwa bahwa negeri ini sebenarnya memang belum pernah merdeka. Kita hanya pernah terlihat merdeka dengan dibacakannya Proklamasi oleh Bung Karno. Nyatanya setelah itu, kita masih diserang oleh Belanda, walaupun memang setelah melalui perjuangan yang berat akhirnya kita berhasil membuat mereka jera untuk datang ke negeri ini.

Namun setelah itu, kita juga bisa melihat, betapa negeri ini sebenarnya belum bisa menguasai dirinya sendiri. Terbukti dari kita pernah berubah-ubah sistem pemerintahan yang selalu berganti dalam kisaran waktu yang tidak begitu lama. Kita masih berganti-ganti dari RIS menuju Sistem Parlementer, ada pula NKRI, yang disertai pula dengan pergantian UUD yang pada akhirnya kembali pada UUD paling awal, UUD 45. Masa’ sebuah UUD yang merupakan dasar dari berdirinya sebuah negeri kok berubah-ubah.  Hal ini khan menunjukkan bahwa negeri ini belum berdiri dengan mantap. Kita istilahnya masih coba-coba dengan berbagai sistem pemerintahan dengan mengikuti bangsa-bangsa yang pernah menjajah kita. Terlihat dengan jelas dari sini bahwa kita belum sepenuhnya bebas dari pengaruh mantan penjajah kita.

Dengan melihat kenyataan itu saya kemudian mengambil sedikit analisa ‘gila’ bahwa mungkin sebenarnya pada tahun 1945 kita itu sebenarnya belum siap betul untuk merdeka. Kita hanya berusaha memanfaatkan kesempatan yang terbuka lebar tanpa mau introspeksi diri dulu, modal apa yang kita bawa untuk merdeka ? Jadi saya punya kesimpulan bahwa Proklamasi adalah suatu hal yang terburu-buru saat itu. Proklamasi ’45 adalah suatu kecelakaan dalam sejarah bangsa ini. Meskipun bila saya hidup pada waktu itu saya juga yaklin akan bersorak bahagia saat Proklamasi telah dikumandangkan.

Berawal dari analisa ‘gila’ itu pula akhirnya muncul bayangan dalam angan ini, andai negeri ini tetap menjadi negara terjajah saja bagaimana ya ? Tersiksa dan sengsara ? Pastinya, dijajah 😦  Tapi semua itu akan lain andai kita merdeka pada saat kita betul-betul siap untuk merdeka khan. Dan untuk menunggu kata siap itu saya jadi berpikir pada siapa kita akan minta dijajah ?

Jawaban yang muncul dalam waktu yang tak lama adalah JEPANG, mengapa ?  Karena anda akan menemukan bangsa ini begitu lain dari kondisinya saat ini jika kita baru saja merdeka 30 tahun yang lalu dari Jepang. Coba, mari kita sama-sama memasukki imaginasi ‘gila’ ini.

Keuntungan pertama : Bangsa ini akan terbebas dari KORUPSI.

Mengapa ? Karena seperti yang kita tahu, dan kita bisa lihat dari apa yang sudah saya sampaikan di awal, bangsa terjajah itu akan cenderung untuk meniru apa yang dilakukan bangsa yang pernah menjajahnya dalam menjalankan pemerintahan. Jadi kita bisa melihat kalau orang Jepang saja cintanya kepada negerinya saja seperti itu, bagaimana mereka bisa korupsi ? Dan tentunya kita sebagai bangsa yang sudah pernah di jajah Jepang dalam waktu 35 tahun akan merasakan cinta yang dalam pula dalam hati kita kepada negeri ini. Kita juga tak akan tega untuk berkorupsi, merong-rong kekayaan negeri ini. Waktu 35 tahun, sepersepuluh dari waktu yang diperlukan Belanda untuk membuat kita terinfeksi dengan kebiasaan korupsi bangsa-bangsa barat saya rasa sudah cukup untuk menetralisirnya. Justru sebaliknya, bangsa ini akan menjadi bangsa yang sayang habis kepada negerinya.

Keuntungan kedua : Hutang kita tak akan sebanyak ini.

Kita lihat saat ini, berapa ratus trilyun hutang negeri ini, semua ini karena kita sudah merdeka dalam waktu yang cukup lama. Dan, pada saat itu, kita sebenarnya belum siap sepenuhnya. Sehingga tidak heran saat Presiden Soeharto menjabat dan ingin melakukan pembangunan yang besar, yang perlu banyak modal, jalan satu-satunya yang bisa kita tempuh adalah berhutang. Parahnya, kita berhutang pada rentenir kelas dunia semacam IMF. Jadilah bangsa ini menjadi bangsa yang pada generasi selanjutnya hanya menjadi bangsa yang kelimpungan kesana-kemari hanya sibuk untuk mencari uang untuk dapat mengembalikan pinjaman kita. Lagi-lagi kita hanya menjadi sapi perah bangsa barat, bangsa yang dahulu menjajah kita.

Banyangkan jika kita merdeka lebih akhir, kita sebagai bangsa jajahan Jepang pastinya tidak akan disisa-siakan begitu saja, walaupun kita dijajah, Jepang adalah sebuah negara yang banyak memproduksi barang-barang yang perlu untuk dipasarkan. Sebagai strategi bisnis, kita tentunya tidak akan begitu saja dijajah, pastinya akan ada sedikit usaha agar rakyat negeri ini bisa sedikit makmur dan mampu untuk membeli produk mereka. Bahkan mungkin kita akan jadi negara persemakmuran atau apalah. Sedikit berbeda dengan jika kita harus membangun semuanya sendiri bukan ?

Keuntungan ketiga : Jumlah rakyat negeri ini tak akan sebanyak sekarang.

Gimana bisa punya banyak anak ? Perang saja tidak kunjung selesai 🙂 Dan ini adalah sesuatu kemudahan bengsa ini untuk bisa melaju, karena ibarat kapal, penumpangnya jauh lebih sedikit sehingga ringan untuk bergerak. Sama seperti Singapura dan Brunei barangkali. Banyak keputusan akan mudah dilaksanakan dengan jumlah pelaksana yang relatif lebih sedikit. Tidak banyak bicara.

Penduduk negeri yang sedikit selain lebih sedikit komentar dalam menghadapi aneka praturan dan tata tertib juga lebih mudah untuk menjaga kesehatannya dan juga mengurusi pendidikannya bukan. Pendidikan, generasi penerus yang cerdas adalah suatu investasi besar yang sangat menguntungkan bukan ?

Keuntungan Keempat : (Sedikit ada unsur SARA) Islam bukanlah pecundang.

Kita tahu, Indonesia adalah negara dengan jumlah muslim paling banyak di dunia. Jika pada tahun 1945 Indonesia belum juga merdeka, atau negara ini terjajah lebih lama lagi, bangsa barat akan takut dengan semangat juang bangsa ini yang dilandasi dengan semangat jihad untuk merebut kemenangan. Dan, jika memang benar pada akhirnya nanti bangsa ini dapat merdeka karena usaha jihadnya, pastinya semangat keislaman di seluruh dunia akan semakin membara.

Bangsa-Bangsa Islam, dengan dilandasi pelajaran berharga dari runtuhnya penjajahan di negeri ini akan semakin terpacu untuk berjuang bagi yang belum merdeka. Bangsa-Bangsa Islam akan menjadi bangsa yang solid, bukan seperti saat ini. Setiap negara selalu sibuk dengan urusannya sendiri, sehingga saat ini kita disuguhi drama penjajahan bumi Palestina oleh bangsa Yahudi yang tak kunjung usai. Karena memang tak ada ‘Saudaranya’ yang mau membantu. Semangat Islam adalah satu, tak terikat dengan geografis dan peta kenegaraan telah hilang saat ini. Tak ada lagi rasa bahwa jika satu muslim di muka bumi ini disakiti maka layaknya satu badan, muslim yang lain juga akan merasakannya. Jika  bangsa-bangsa  Islam dapat bersatu, pastilah kejayaan barat seperti saat ini hanyalah igauan panjang yang tak pernah jadi kenyataan saja.

Saya kira cukup sekian dulu curahan hati postingan gila ini. Kiranya ada waktu lagi kita akan berbagi lagi. Namun, saya berharap anda berhati-hati dalam membaca postingan yang seperti ini, saya hanya seseorang yang tak punya kemampuan untuk melakukan apa yang telah para pejuang negeri ini lakukan, namun saya sok berbicara ini dan itu. Sok menggurui padahal saya bukanlah orang yang pantas untuk berkata seperti ini pada mereka. Maafkan aku wahai para pejuang negeri ini.

Lebih-lebih lagi postingan ini pada awalnya saja sudah memakai kata seandainya, yang mana dalam satu hadistnya Rasululah telah melarang kita untuk berpanjang-panjang pada hal yang mengandung kata seandainya, karena yang seperti itu adalah bersumber dari setan.

pdf995

Yap, kali ini saya datang lagi dengan mengusung sebuah aplikasi alternatif seperti biasanya. Sodara blogger semua kalau buat pdf file pakai apa ya ? Foxit PDF Creator, Adobe Destiler, atau apa ? Entah sodara semua sudah ada yang makai atau belum tapi yang jelas saya nggak akan perduli, POKOKE posting tentang aplikasi yang satu ini deh. Aplikasi yang barusaja aku yemukan dari jalur yang nggak aku sangka sama sekali.

Penemuannya bermula dari buka alamat e-mail yang ada di POKOKE, ada sebuah iklan di samping e-mail yang muncul dari Apple Computer, kok bisa dapet e-mailnya Apple ya ? Lupa ah sudah berbuat apa, registrasi safari kali ya ? Begini bunyi tulisannya iklan itu :

Create and Edit PDFs Free
Free software, instant download. Professional quality, easy to use.”

Nggak iseng, entah setan mana pula yang memberi inspirasi, langsung saja klik link tersebut, dan saya pun langsung berhadapan dengan halaman untuk mengunduh file-file yang diperlukan untuk dapat menyulap file biasa menjadi file dengan format PDF. Akan ada tiga kelompok file yang dapat kita unduh kalau kita berhadapan dengan halaman untuk mengunduhnya saat ini. Kelompok pertama terdiri dari dua buah file, yang satu untuk mengkonversi segalafile lain ke PDF, yang satunya lagi adalah printer driver, yang berguna untuk membuat semacam Virtual printer pada komputer kita.

Sedang untuk dua kelompok file sisanya, kelompok pertama adalah pdfEditor-nya sedang yang palin bawah adalah signature dari program ini. Mulanya saya hanya mengunduh konverternya saja (5MB), kemudian ternyata program ini nggak bisa jalan kalau hanya menggunakan konverternya saja, harus mengunduh pula Printer Drivernya (2,1MB). Setelah diunduh dan sudah terpasang dalam komputer anda maka dengan tiba-tiba browser anda akan diperkosa untuk menampilkan REad Me dari program ini. Disana anda akan memperoleh sedikit petunjuk penggunaannya.

Memeng benar, menurut putunjuknya, setelah kita membuka suatu file, (saya coba dua kali dengan Notepad dan Word), kita bisa langsung mengubahnya ke format PDF dengan memberikan perintah untuk mencetak halaman tersebut dengan memilih Virtual Printer (PDF 955 Printer) yang telah diinstall program ini. Dan secara langsung program ini akan meminta kita untuk menyimpannya sesuka hati kita, tempat dan namanya. Namun tempat default yang dipakai untuk menampung hasil kerja aplikasi ini adalah sama dengan tempat nongkrongnya aplikasi dengan ukuran tubuh total sebesar 13,6 MB ini.

Setelah tersimpan, secara otomatis hasilnya akan muncul melalui aplikasi wajib yang anda beri tanggungjawab untuk membuka file PDF dalam komputer anda (sesua dengan Read Me lagi nih). Tapi ada lagi hal yang sesuai dengan Read Me yang paling dibenci bangsa ini, bahwa kita dianjurkan untuk membayar penggunaan aplikasi ini senilai $9,95 untuk konverternya saja, dan $19,95 untuk tiga paket tersebut. Meski nggak terlihat maksa banget sih, tapi promo untuk membayar ini akan selalu muncul setelah kita mencetaknya dalam bentuk PDF tadi. 😦 Tap[i nggak apa-apa juga sih kalo nggak kita perhatiin, langsung aja tutup browsernya 🙂 beres .

Satu lagi pesen mereka agak kurang mendukung pengguna pinguin nih kayaknya 😦 :

We support Windows Vista (32 and 64 bit); Citrix/Terminal Server; configuration as a shared network printer; NT 4.0 and XP (32 bit and 64 bit); Windows 2003 (32 bit and 64 bit); and Windows 95, 98, 2000 and ME.”

Metamorfosa

Eits, jangan pada kaget kalo liat blog ini ganti nama, bukan maksud hati ingin membingungkan anda semua. Hal ini saya lakukan hanya sebagai upaya untuk lebih baik, untuk memperoleh semangat baru dalam dalam kehidupan ini. Ganti nama di awal tahun piskal pribadi kan boleh aja 🙂

Tapi sebenarnya ada sedikit tujuan lain dari penggantian nama blog ini. Salah satu yang sedikit melejitkan niat yang sebenarnya juga sudah ada sejak beberapa waktu lalu ini karena saya melihat di tempatnya Mas Junthit kalau nama blog ini tertulis seperti itu. Ditambah lagi saya sering melihat dalam stats blog ini banyak pembaca yang terjebak dengan nama di atas (metamorfosis) *hampir tiap hari ada loh* tanyanya ‘metamorfosis pada katak’ sama mbah google, tapi justru ketipu sama blog yang nggak mutu n nggak nyambung sama biologi ini. 🙂

Udah dulu ah acara konferensi pers kecil-kecilan ini, biar namanya beda khan maksudnya masih sama, hidup ini adalah perubahan dan perjuanagan yang tiada berakhir. 🙂

Merangkai Mimpi

Meski saya bukanlah orang yang menyukai segala macam rupa perayaan dan pesta pora namun saya rasa menulis ini juga bukan suatu kesalahan dan dosa. Tak terasa sudah sekian lama waktu yang saya lalui di dunia ini. Hari ini sudah dua puluh tahun aku berdiri di dunia ini. Sudah ikut serta menyaksikan rona rupa dunia yang penuh dengan keragaman dan keindahan sekaligus kebusukan. Sudah banyak kesalahan dan dosa yang sudah saya lakukan. Dan semakin banyak saja hal yang musti saya pertanggungjawabkan kelak di hari akhir.

Senang dengan yang seperti ini ? Mungkin ya, tapi apakah hanya cukup , dihadapi dengan pesta pora dan bersenang-senang belaka ?  Dosa besar, dosa bila kita menghadapi hari yang kita rasa penting dan baik dalam hidup kita ini hanya dengan perayaan dan seremonial belaka. Kesalahan yang sangat fatal jika kita menganggap ini adalah hari besar kemudian kita meninggalkan hari ini dengan melakukan kesalahan dan sesuatu yang tidak perlu.

Bukan itu yang kita perlukan. Satu yang pasti, harusnya kita merenungi dan berpikir tentang apa yang telah kita lalui itu. Berapa besar kesalahan dan negative point yang ada dalam diri kita dan layak untuk segera kita singkirkan dari hidup ini. Berapa pula positive side yang ada dalam diri kita, yang jika kita bina dan kita kembangkan akan membuat kehidupan kita itu akan menjadi hal yang lebih baik. Hendaknya moment seperti ini menjadi pengingat diri akan masih besarnya tanggungjawab kita sebagai seorang kalifah di dunia ini. Kita harus terpacu untuk menjadikan diri kita dan kehidupan orang di sekitar kita menjadi paling tidak selangkah lebih maju dari orang lain.

Sudah saatnya bagi kita untuk melihat diri sendiri lebih lekat dan menyaksikan lekat-lekat para tetangga kita yang mampu dengan baik mengambil kesuksesan dalam hidup ini. Selayaknya kita sadar bahwa kita telah tertinggal jauh dari orang-orang di sekitar kita. Dan ini adalah saat bagi kita untuk bangkit pula dengan bertolak pada ingatan kita akan perjuangan para pendahulu kita. Betapa sayang pengorbanan mereka untuk kita sia-siakan saja. Saatnya kita merangkai mimpi dan harapan akan apa yang harus kita peroleh esok hari. Jika mereka bisa, mengapa kita tidak ?

Bukan menghadapi moment berarti — yang sebenarnya sama saja dengan hari biasanya — yang bisa kita gunakan untuk berkaca tetang semua yang telah lalu ini dengan berperilaku yang justru bertentangan dengan arti dari ‘hari istimewa’ itu. Berperilaku yang justru menghancurkan diri kita sendiri. Mari berpikir untuk bisa lebih baik !!

Teruntuk diri ini dan negeri ini Ingatlah ini dengan baik.

Sragen, August 16 2007