Nggak Pernah Sendiri

Wah, bingung nih mo ngawalin posting ini dengan kata apa ūüėē Ditambah dengan waktu yang sempit lagi, dah ada yang nungguin nih. Yang jelas kita itu nggak akan pernah sendirian. Walaupun mungkin kita sedang tidak bersama dengan siapa saja di sekitar kita. Dan memang tak ada seorangpun di dekat kita, tapi sebenarnya kita itu nggak akan pernah sendirian. Meski seluruh orang merasa takut atau jijik dengan kita sehingga menjauh entah kemana sampai kita merasa benar-benar sendiri. Sebenarnya kita itu nggak sedang sendirian. Seperti apa yag aku rasakan beberapa hari terakhir ini, nggak ada temen yang selalu ada di sekitarku, nggak ada tempat untuk sekedar ngobrol.

Bahkan aku sempat merasa jengkel dan marah sendiri kenapa mereka cuman ada kalau ada yang mereka buthkan bisa mereka dapatkan dariku ? Kenapa mereka tak berusaha hadir saat aku butuh mereka, cuman untuk berkata-kata sedikit saja. Kenapa mereka pergi entah kemana ? Bahkan sampai-sampai aku berpikiran sempit (tapi bener) kalau di dunia ini mungkin nggak akan ada yang namanya teman sejati, yang ada adalah kepentingan abadi. Selama masih ada akeperluan, dan kita bisa memberikannya, pasti mereka akan hadir di samping kita. Filsafat ini pula yang disadari betul oleh Saddam Husein dalam memahami hubungan Amerika dan Eropa sehingga bisa membuat mereka agak sedikit renggang karena mendapat perlakuan berbeda dalam hal hubungan perdagangan. Eh kok ngelantur ūüėÄ

Kembali ke kesendirian dan kesepeian. dari apa yang aku rasa justru pada akhirnya aku sadari, pada saat-saat seperti itulah kita seringkali mendapat ide dan peunjuk untuk merenungi diri kita. Justru dari sanalah kita akan sadar dan tau apa yang kita perlukan dan butuhkan serta apa yang musti kita lakukan untuk mencapainya. Kita jadi jauh lebih terinspirasi dengan apa yang ada di sekitar kita. Dan juga aku sadari tentang hubunganku selama ini degan Allah yang menciptakan aku ternyata kurang baik ada kecacatan di dalamnya. Dan saat sendiri itulah aku sadari saat itulah waktu untuk berbenah.

POKOKE (TM) kita itu nggak pernah sendiri dalam kesendirian, ada inspirasi dalam sepi. Ada Instrospeksi dalam sendiri. Ada waktu untuk melejit dari kesendirian, dan ada DIA yang selalu mencintai hambanya dalam hening hari kita. Jadi, jangan takut kalo sendiri, kesendirian bukanlah kesedihan dan kemalangan, tapi kesempatan untuk melejit. ūüėÄ SPIRIT !!!!

Iklan

Belajar Hosting

Setelah lebih dari satu tahun mengelola blog ini saya begitu ingin untuk mencoba merasakan satu sensasi yang baru. Tepatnya mungkin sekitar dua bulan yang lalu aku sudah tak sabar untuk mencoba hal yang disebut dengan hosting. Yup, hosting alias menyewa tempat untuk menyimpan semua file blog kita. Tentunya juga setelah kita punya domain sendiri. Dan nggak tahu kenapa juga beberapa hari yang lalu, setelah membaca sedikit tutorial di blog tetangga tentang hosting tanpa biaya di salah satu web hosting saya juga tertarik untuk mencobanya.

Apalagi sekarang juga ada situs yang menawarkan pndaftaran domain gratis. Eh, sebenarnya dah dari dulu ada dink, di [dot]tk sudah sejak awal-awal aku ngeblog dah ada. Tapi karena mungkin masih merasa bodho banget sejak dulu aku belum minat untuk mencoba. Dan baru sekarang punya minat untuk mencobanya, kemudian disambut dengan adanya webhosting gratis lagi (kalau yang ini setahuku baru-baru aja). Langsung saja deh, kemarin langsung daftar di keduanya, domain di co.cc sedang hostingnya di 000webhost.com.

Sekarang dah¬†jadi¬†deh tu blog baru,¬†dengan nama domain sendiri euy *pastinya* keren¬†deh, meski nggak seperti apa yang aku pengenin. Aku seandainya membeli domain sendiri yang penuh kebebasan itu maunya¬†yang punya ekstensi [dot]net, org atau info nggak suka-suka amat dengan [dot]com atau web.id. Apalagi ini, [dot]co.? dulunya sih aku anggap barang najis, nggak pernah mau aku memakainya. Tapi itu khan dulu, berhubung semua ini adalah sebagai sarana belajar dan improvisasi diri untuk lebih punya kemampuan dan wawasan aku rasa juga nggak apa-apa deh. Apa salahnya mencoba, tinggal nyoba aja kok, gratis sama sekali nggak bayar kok disia-siakan ūüėÄ

Masih¬†sama¬†dengan blog¬†saya yang ini,l domain blog¬†saya juga menggunakan nama learnsimply [learnsimply.co.cc], habisnya kalo diambil dari nama¬†saya kurang PD, untuk memilih¬†satu kata¬†yang ‘bermakna’ juga lagi nggak ada ide. Kelhatannya sedang tak ada¬†satu kata pun yang¬†mau untuk mewakili diri¬†saya sebagai nama domain blog tersebut. Untuk format mesin yang berada di balik blog itu masih tetap aku percayakan kepada WordPress, soale engine lain kayak joomla dan¬†be2evolution nggak pernah nyentuh sebelume.

Sedikit cerita nih, ternyata buat blog¬†dengan hosting itu disamping menyenangkan *sangat bahkan* juga ada¬†saja¬†hal yang kadang membuatku bingung. Bahkan kemarin karena kelupaan password dan nggak bisa¬†masuk meski lewat imel-imelan, terpaksa blog itu aku format ulang *kayak flahsdisk aja ūüėõ * Semua filenya aku hapus, sekalian¬†sama databasenya. Itu setelah tahu gimana install WP setelah donlot WP-nya, awalnya aja aku¬†pake web-bulider kacau¬†deh pakae itu,¬†sama sekali nggak nyaman tampilannya¬†dan¬†sama sekali nggak tau pula sebenere¬†kayak apa isi blog kita. Setelah lihat susunan WordPress 2.5.1 yang aku donlot¬†baru¬†deh tahu.

Dreamlinux Vs Mandriva Spring

Lagi-lagi balik ngomongin linux hehehe. Setelah kemarin sudah mencoba PCLinuxOS Gnome 2008 selama hampir sebulan, rasanya saya sudah agak bosan. Karena dalam PCLinuxOS itu walau sudah banyak sekali aplikasi pendukung buat multi media, mulai dari musik hingga video dan sound recorder bahkan sampai disk burning. Tapi saya rasa masih kurang mantab, karena sudah dicoba berulangkali buat setting desktop 3d juga masih gagal. Selain itu officenya juga kurang lengkap, cuman ada Abiword sama satu lagi untuk spreadsheet, lainnya nggak ada.

Akhirnya dipilih-pilihlah beberapa alternatif lain, dan pilihan jatuh antara Dreamlinux dan emaknya PCLinuxOS, Mandriva Spring 2008. Keduanya bisa dibilang sama-sama keren dari tampilan sudah ada Compiz Fusionnya sehingga bisa langsung mengaktifkan desktop 3d yang aduhai jika hardware anda support. Lebih-lebih pada keduanya juga sudah terbundle dengan open office. Dari tampilannya keduanay juga keren habis, Dreamlinux adalah sebuah distro yang tampilannya mirip dengan Macintosh, sedang Mandriva saya nggak tahu mirip dengan siapa mungkin Mandriva adalah Mandriva tidak seperti siapa-siapa ūüėÄ

Nggak pake lama, langsung kupas tuntas mereka berdua saja ya. Sekarang ke Dreamlinux, yang kalau di distrowatch dan situs resminya sudah sampai release 3.1 tapi kalau di linuxtracker.org tempat biasa donlot lewat jalur torrent pada saat saya donlot adanya baru yang release 3.0. Distro asal brasil dengan desktop environtment XFCE dan Gnome ini bisa dibilang hebat juga, karena dari live CDnya kita juga bisa nambahin untuk install beberapa aplikasi yang belum ikut terinstall. Mulai dari Google Desktop, Google Earth, Azureus, Opera sampai NVidia Driver bisa langsung dari tuh CD. Hebatnya lagi, semua konfigurasi yang kita aplikasikan saat menggunakan LiveCD akan ikut terpakai setelah kita menginstallnya. Yang agak ribet dari distro ini adalah perilakunya yang agak nyebelin kalau kita klik di desktop, yaitu menampilkan menu seperti kalau kita klik tombol menunya. Disamping itu, saat mau diinstall di komputer, andaikan hardisk anda ada ruang kosong yang belum teralokasi dia belum mau di install. Kecuali sudah ada bagaian hardisk yang dah keliatan mau dipasang linux, semisal di format dengan filesystem ext2 maka tanpa dibagi-bagi untuk / dan /home maupun swap pun dia dah jalan. Sialnya lagi, dicari-cari tool buat partisi hardisk seperti Gparted juga tidak ada ūüė¶ Pusing deh, mo partisi aja musti ribet lewat LveCDnya PCLinux lagi.

Dreamlinux desktop

Giliran Mandriva nih, Pokoke keren habis deh nih distro. Karena PCLinuxOS dikembangkan dari distro ini, maka tak ada satu rintangan apapun yang menghalangi saat menginstallnya. Di samping itu karena basis desktop environmet yang dipakai adalah KDE, maka hal itu membuatnya sangat mudah untuk digunakan, sangat familiar. Walau untuk multimedia kurang banyak sih, paling cuman video player, Kaffeine, sama Amarok yang biasa saya pakai. Menariknya lagi ada semacam update berkala yang bisa kita lakukan secara online di mandriva, seperti automatic update miliknya Microsoft gitu deh. Ada tiga versi dari Mandriva terbaru yang bisa kita peroleh dari websitenya saat ini. Mandriva One yang dikemas dalam CD, sebagaimana distro-distro lainnya. Ada pula yang versi USB yang lebih kecil, yang busa kita dapatkan dengan membelinya dari mandriva store. Ada lagi versi PowerPack, versi berbayarnya Mandriva yang diberlakukan karena keadaan yang memburuk dari mandriva yang terancam bangkrut. Tapi semuanya keren deh.

Mandriva Spring 2008 3d Desktop

Lebih Baik Nggak Beli BenQ /Siemens

Akhirnya jebol juga, setelah sudah lama saya mencoba bersabar dan tidak menuliskan tulisan yang menjelek-jelekkan pihak BenQ ( dalam hal ini Dian Graha sebagai distributornya ) dan tetap berbaik sangka. Sudah sejak tanggal 22 Februari lalu BenQ C30 saya menginap di Service Center, tapi sampai saat ini belum juga pulang. Kalau tidak seperti ini dan penuh dengan kejelasan sih nggak pa-pa. Tapi yang ini benar-benar menjengkelkan, membosankan dan membuahkan kecurigaan dan tanda tanya besar.

Bagaimana tidak, belum seminggu saya menitipkannya di Service Center ketika saya cek mereka langsung memberikan jawaban kalau butuh waktu satu sampai tiga bulan untuk merampungkan perbaikan atas hp saya tersebut. Capek deh, nggak kuat bayangin waktu itu. Melihat hal itu saya akhirnya berusaha untuk maklum saya tidak mengusiknya sama sekali selama satu bulan. Setelah satu bulan, saya datang lagi ( siapa tahu baru sebulan dah selesai ) dengan disuguhi jawaban ‘Katanya dari pusat masih tiga hari lagi mas, jadi kalo pasnya mungkin seminggu lagi’ pulanglah saya dengan kehampaan dan harapan. Seminggu, saya sudah hampir berangkat, tapi temen saya nyaranin buat telpon sana dulu, ngecek. Dan benar, ada lagi alasan katanya ‘ada trouble lagi mas dari pusat, nanti akan kami hubungi ‘ Nggak jadi berangkat deh. Sebagai gantinya kirim e-mail aja deh nanyain ke dian graha, sudah sejauh mana ? Tapi sampai saat ini belum juga ada jawaban.

Hampir dua minggu kemudian, saat maen ke kampus sama temen saya itu lagi, mau lihat bazar buku, sekalian mampir aja deh. Nunggu dihubungi ? Kapan ? ‘Akhir April deh mas’ Ok I hold that, begitu pikir saya.¬† Karena sedang nggak ada kesempatan plus keuangan lagi kritis ( nggak banget sih )¬† akhirnya sekalian aja deh, awal Mei saya beri kelebihan. Tapi apa yang saya dapat ? Masih sama saja. ‘Masih di pusat itu mas, kita udah coba tapi belum juga dikirim ( berarti dah jadi donk )’ Haaah, pusing deh, saya tak habis pikir betapa pongahnya mereka terus mengulur-ulur waktu, betapa bodohnya mereka menelantarkan Customer mereka dengan memberikan pelayanan level rendahan seperti itu. Betapa bodohnya pula mereka dengan semaunya memperlakukan pelanggannya seperti itu, apa mereka tak berpikir pada efek yang mereka dapatkan pada sisi pemasaran mereka.

POKOKE saya sangat mangkel deh, betapa mereka tidak profesional, betapa acak-acakannya system kerja mereka. Kalau sudah jadi mengapa tidak segera dikirim, kalau masih lama kenapa nyuruh saya menunggu seminggu kemudian ato apalah, terlalu banyak alasan. Sampai saat ini saya akhirnya memiliki kesimpulan pendek seperti ini :

1.Mungkin karena Siemens melebarkan sayapnya terlalu lebar kali ya, dari transmiter yang ada di BTS sampai mesin Bubut dan masih banyak lagi. Sehingga kalau dibandingkan pastinya masih kalah jauh hasil yang mereka dapatkan dari bisnis handset ini, sehingga bisnis yang satu ini tidak diurus secara maksimal. Bahkan cenderung di telantarkan.

2. Ini yang membuat saya menjadi bertanya-tanya dan menyarankan anda tidak membeli produk mereka dengan menulis judul seperti itu. Service Center yang mereka dirikan ternyata tak lebih dari sekedar mengikuti trend para distributor yang lain. Nyatanya kosong, itu bukan Service Center. Gimana nggak, karena masih penasaran kemarin setelah keluar dari bangunan itu, berhubung hujan deras nggak bisa langsung pergi deh, saya kembali masuk dan bertanya, apa jika sampai batas waktu yang mereka buat ( tiga bulan ) hp saya belum juga bisa pulang mereka akan bisa memberi solusi yang lebih mengenakkan ( replace misalnya ? ) Eh si mbaknya malah bilang kalau memang semua nyang rusak itu bakal diganti ( entah dia tau bener maksud replace yang saya maksud itu keseluruhan barang atau hanya bagian yang rusak ). Nah, kalau begitu kenapa nggak dari dulu saya dikasih hp yang baru saja. Kenapa harus buang waktu dua bulan dan tenaga saya. Nggak gratis lho bolak-balik ke situ mbak.

Eh mbaknya nambahin lagi gini nih ‘ Nanti kalau dah ada yang dikirim ke sini bisa kok mas yang saya kasih dulu, dulu khan sebelum mas juga pernah ada C30, jadi bisa saja kami memberikan dulu kepada mas. KAMI SUDAH BIASA KOK BEGITU’. Nah lho, gimana saya harus bilang ya atau tidak ? Ouw ternyata dah biasa ya begitu, bisa saja donk punya saya sekarang dah dipegang orang lain yang menservice¬† sebulan setelah saya.¬† Bisa saja donk nanti saya mendapat barang bobrok sisa orang lain. Apakah ada Service Center semacam itu selain miliknya dian graha ? Itu Service Center apa makelar ya ?

Dari itu lebih baik beli saja merek lainnya yang layanan purna jualnya jauh lebih baik, nggak seperti ini, katanya garansi tapi nyatanya malah dipersulit.