Gerimis

Bersama rintik gerimis ini, aku jadi teringat saat aku singgah ke kotamu beberapa waktu lalu. Aku seolah bisa merasakan kembali rintik lembut air yang turun bagaikan butiran salju – meksi aku belum pernah melihat salju dengan mata kepalaku sendiri -, butiran air yang lebih tampak mengambang, daripada terjun bebas. Kadang aku rindu suasana alam yang sendu seperti itu.

Kotamu bukanlah sebuah kota yang besar dan penuh dengan gedung megah, namun aku merasakan banyak daya tarik di sana. Serasa magis.

Ia  menawarkan sebuah pemandangan yang menyejukkan mata, di kaki sebuah gunung yang tidaklah tinggi, yang dibayangi gunung lainnya yang menjulang di belakangnya.

Dalam perjalanan, aku sudah bisa menikmati jalan-jalan menikung yang sesekali menawarkan pemandangan yang sama menyejukkannya di mataku. Kadang dari ladang yang lebih rendah dari jalan yang aku lewati, kadang dari pohon-pohon di tepian jalan, namun kadang dari puncak gunung kecil yang memayungi kotamu itu.

Walau tidak tinggi, aku pernah sekali naik ke puncak gunung itu, jauh sebelum aku mengenalmu. Dan aku juga melihat pemandangan yang memukau dari atas gunung itu saat sunrise.

Walau apa yang aku dapatkan setelahnya tidaklah sama dengan yang aku harapkan sebelum keberangkatanku. Tapi aku tak menyesal telah berusaha jujur padamu, terlebih pada diriku sendiri.

Mungkin memang tidak semudah itu aku bisa masuk dalam kehidupan pribadimu, mungkin memang aku terlalu cepat menginvasi privasimu. Tapi itulah aku, kadang memang aku terlalu spontan tanpa menyadari adanya batasan yang harus aku jaga dari melewatinya.

Kalau aku boleh jujur, saat itulah saat pertama kalinya aku berani mengungkapkan perasaanku kepada seorang gadis. Dengan langsung, face to face.

Baru saat bersama kamu aku memiliki tekat dan keberanian yang sebegitu besar untuk mengutarakan isi hatiku. Sepanjang perjalanan hidupku, tak banyak kisah yang pernah aku jalin. Dan aku berharap kisahku denganmu bisa menjadi kisah terakhirku. Aku sudah begitu yakin padamu, saat itu.

Wilayah Abu-Abu

Wilayah abu-abu, begitulah orang sering kali menyebutnya. Saat kita tidak jelas berada dimana saat ada dua pilihan atau lebih yang mana kita harus menentukan salah satu sebagai pilihan. Disebut-sebut sebagai abu-abau karena saat kita berada pada kondisi seperti ini memang tidak jelas dimana keberpihakan kita. Kalau kita pilih satu dan tidak pilih yang lainnya, bisa dikatakan kita pilih yang putih bukan yang hitam atau sebaliknya. Dan itu jelas, bukan transisi lagi, abu-abu.

Ya ngomong-ngomong tentang abu-abu, seberapa seringkah anda terjebak pada keadaan seperti ini? Kalau sering apakah kira-kira yang menyebabkannya?  Mungkin juga tergantung dari kenapa kita berada dalam keadaan seperti itu dulu kali ya, bisa karena bingung, nggak ada pilihan yang layak untuk diambil atau pilihannya sama-sama bagusnya. Atau karena ketidak tahuan kita akan hal tertentu dibidang tersebut tapi kita musti ambil pilihan. Atau juga karena kita pada keadaan dimana kita awalnya punya keyakinan A tapi musti berhadapan dengan keadaan B, tapi di B itulah kita seolah harus melangkah.

Bingung khan? Sama, simplenya gini deh untuk keterangan keadaan terakhir. Semisal dulunya kita itu punya keyakinan, kalau lelaki dan perempuan itu ga boleh deket-deket, saling pandang apalagi pegang-pegangan, walau cuman tangan. Tapi karena adanya masa pancaroba yang melanda, sekarang bisa saja kita punya pemikiran seperti orang umumnya, biasa saja lah antara perempuan dan laki-laki itu. Perlu ngobrol yo ketemuan, jumpa ya salaman, senyum ya bales dengan senyum, pacaran it’s Ok.

Nah, kasusnya gini, saat kita misalnya mulai merasa resah dengan keadaan kita karena disisi lain orang sekitar kita dah pada punya pasangan semua. Kita belum ada satu juga dari dulu waktu masih imut-imut sampe sekarang dah amit-amit jenggotan. ingin rasanya ikut mereka, cari pasangan, tapi pada saat itu juga ada dobrakan kuat dalam hati, ada sesuatu yang mengingatkan, apakah hal itu boleh? Kembalilah akidah awal kita itu. Jadi deh akhirnya kita bingung n selalu bimbang mau melangkah.

Kalau dilihat dari sisi agama ini memang salah satu tipuan setan sih. Menghias yang buruk tampak indah dengan membiasakan mata kita padanya. Agar kita tak menyadarinya. Tapi ya itu dia bisikan setannya juga gak ilang-ilang, dah lama nggak diperhatiin juga setannya ga bosen-bosen ganggu kita.

Intinya gini deh, kalau aku kayak gitu. Gak percaya juga sih, betapa bodohnya diri ini terjebak dalam urusan seperti itu. Kadang sering bilang ke diri sendiri ‘buat apa lho pikir, kalau dah waktunya akan ada satu bidadari untukmu’ Tapi di sisi lain seringkali merasa resah itu. Rasanya malu, dah segede gini tapi lom ada pengalaman sama sekali. Ahhh…… entahlah pusing jadinya tulisan kayak gini kok sampe ketulis gimana ya tadi 😛

Gimana pendapat kamu?

Jika…

Sudah sekian lama kita bersama
Mengisi hari,
Dengan kata dan rangkaian sapa

Terlalu banyak ukiran cerita
Yang telah kita torehkan
Memenuhi jeda dalam memory kita

Banyak cerita
Mengalir antara kita
Mengikat hati selekat pagi dan embun

Tapi,
Jika memang waktu berkata tidak
Kita memang harus berpisah
Usah ada lagi cerita lalu….

Cause It’s You And Me …..

Cause it’s you and me
And all of the people
With nothing to do, nothing to lose
And it’s you and me and all of the people
And I don’t know why, i can’t keep my eyes of off you …..

Mendayu-dayu dan sangat menghanyutkan perasaan. Ada yang tahu nggak itu lirik lagunya siapa ? Lagu itu (ternyata) juga menjadi theme song Smallvile Love, sebuah tayangan tv di barat sono. Enak banget deh lagu ini untuk didengerin apalagi kalau sedang sendirian. eh, dari tadi nggak nyebutin judul ama penyanyinya ya 😀 Oke deh, itu tuh lagu yang dinyanyiin sama Lifehouse judulnya You and Me. Aku dah tau lagu ini sejak awalnya dia muncul, dah lupa tahun berapa, tapi kira-kira ya sekitar empat tahunan yang lalu atau lebih. Tapi baru hari ini aku donlod, kemaren kemaren juga sering kadang nyanyiin lagu ini, masih aja keinget walau dah bertahun-tahun dan lupa sama yang punya lagu, soalnya lagu ini sangat easy listening dan liriknya juga gampang dipahami. Lengkapnya seperti ini nih :

what day is it
and in what month
this clock never seemed so alive
I can’t keep up
and I can’t back down
I’ve been losing so much time

cause it’s you and me and all of the people
with nothing to do
nothing to lose
and it’s you and me and all of the people
and I don’t know why
I can’t keep my eyes off of you

all of the things that I want to say
just aren’t coming out right
I’m tripping inwards
you got my head spinning
I don’t know where to go from here

cause it’s you and me and all of the people
with nothing to do
nothing to prove
and it’s you and me and all of the people
and I don’t know why
I can’t keep my eyes off of you

there’s something about you now
I can’t quite figure out
everything she does is beautiful
everything she does is right

you and me and all of the people
with nothing to do
nothing to lose
and it’s you and me and all of the people
and I don’t know why
I can’t keep my eyes off of you

you and me and all of the people
with nothing to do
nothing to prove
and it’s you and me and all of the people
and I don’t know why
I can’t keep my eyes off of you

what day is it
and in what month
this clock never seemed so alive

lyric taken from lyric007

untuk dengerin bisa klik di sini.

Lebih Baik Nggak Beli BenQ /Siemens

Akhirnya jebol juga, setelah sudah lama saya mencoba bersabar dan tidak menuliskan tulisan yang menjelek-jelekkan pihak BenQ ( dalam hal ini Dian Graha sebagai distributornya ) dan tetap berbaik sangka. Sudah sejak tanggal 22 Februari lalu BenQ C30 saya menginap di Service Center, tapi sampai saat ini belum juga pulang. Kalau tidak seperti ini dan penuh dengan kejelasan sih nggak pa-pa. Tapi yang ini benar-benar menjengkelkan, membosankan dan membuahkan kecurigaan dan tanda tanya besar.

Bagaimana tidak, belum seminggu saya menitipkannya di Service Center ketika saya cek mereka langsung memberikan jawaban kalau butuh waktu satu sampai tiga bulan untuk merampungkan perbaikan atas hp saya tersebut. Capek deh, nggak kuat bayangin waktu itu. Melihat hal itu saya akhirnya berusaha untuk maklum saya tidak mengusiknya sama sekali selama satu bulan. Setelah satu bulan, saya datang lagi ( siapa tahu baru sebulan dah selesai ) dengan disuguhi jawaban ‘Katanya dari pusat masih tiga hari lagi mas, jadi kalo pasnya mungkin seminggu lagi’ pulanglah saya dengan kehampaan dan harapan. Seminggu, saya sudah hampir berangkat, tapi temen saya nyaranin buat telpon sana dulu, ngecek. Dan benar, ada lagi alasan katanya ‘ada trouble lagi mas dari pusat, nanti akan kami hubungi ‘ Nggak jadi berangkat deh. Sebagai gantinya kirim e-mail aja deh nanyain ke dian graha, sudah sejauh mana ? Tapi sampai saat ini belum juga ada jawaban.

Hampir dua minggu kemudian, saat maen ke kampus sama temen saya itu lagi, mau lihat bazar buku, sekalian mampir aja deh. Nunggu dihubungi ? Kapan ? ‘Akhir April deh mas’ Ok I hold that, begitu pikir saya.  Karena sedang nggak ada kesempatan plus keuangan lagi kritis ( nggak banget sih )  akhirnya sekalian aja deh, awal Mei saya beri kelebihan. Tapi apa yang saya dapat ? Masih sama saja. ‘Masih di pusat itu mas, kita udah coba tapi belum juga dikirim ( berarti dah jadi donk )’ Haaah, pusing deh, saya tak habis pikir betapa pongahnya mereka terus mengulur-ulur waktu, betapa bodohnya mereka menelantarkan Customer mereka dengan memberikan pelayanan level rendahan seperti itu. Betapa bodohnya pula mereka dengan semaunya memperlakukan pelanggannya seperti itu, apa mereka tak berpikir pada efek yang mereka dapatkan pada sisi pemasaran mereka.

POKOKE saya sangat mangkel deh, betapa mereka tidak profesional, betapa acak-acakannya system kerja mereka. Kalau sudah jadi mengapa tidak segera dikirim, kalau masih lama kenapa nyuruh saya menunggu seminggu kemudian ato apalah, terlalu banyak alasan. Sampai saat ini saya akhirnya memiliki kesimpulan pendek seperti ini :

1.Mungkin karena Siemens melebarkan sayapnya terlalu lebar kali ya, dari transmiter yang ada di BTS sampai mesin Bubut dan masih banyak lagi. Sehingga kalau dibandingkan pastinya masih kalah jauh hasil yang mereka dapatkan dari bisnis handset ini, sehingga bisnis yang satu ini tidak diurus secara maksimal. Bahkan cenderung di telantarkan.

2. Ini yang membuat saya menjadi bertanya-tanya dan menyarankan anda tidak membeli produk mereka dengan menulis judul seperti itu. Service Center yang mereka dirikan ternyata tak lebih dari sekedar mengikuti trend para distributor yang lain. Nyatanya kosong, itu bukan Service Center. Gimana nggak, karena masih penasaran kemarin setelah keluar dari bangunan itu, berhubung hujan deras nggak bisa langsung pergi deh, saya kembali masuk dan bertanya, apa jika sampai batas waktu yang mereka buat ( tiga bulan ) hp saya belum juga bisa pulang mereka akan bisa memberi solusi yang lebih mengenakkan ( replace misalnya ? ) Eh si mbaknya malah bilang kalau memang semua nyang rusak itu bakal diganti ( entah dia tau bener maksud replace yang saya maksud itu keseluruhan barang atau hanya bagian yang rusak ). Nah, kalau begitu kenapa nggak dari dulu saya dikasih hp yang baru saja. Kenapa harus buang waktu dua bulan dan tenaga saya. Nggak gratis lho bolak-balik ke situ mbak.

Eh mbaknya nambahin lagi gini nih ‘ Nanti kalau dah ada yang dikirim ke sini bisa kok mas yang saya kasih dulu, dulu khan sebelum mas juga pernah ada C30, jadi bisa saja kami memberikan dulu kepada mas. KAMI SUDAH BIASA KOK BEGITU’. Nah lho, gimana saya harus bilang ya atau tidak ? Ouw ternyata dah biasa ya begitu, bisa saja donk punya saya sekarang dah dipegang orang lain yang menservice  sebulan setelah saya.  Bisa saja donk nanti saya mendapat barang bobrok sisa orang lain. Apakah ada Service Center semacam itu selain miliknya dian graha ? Itu Service Center apa makelar ya ?

Dari itu lebih baik beli saja merek lainnya yang layanan purna jualnya jauh lebih baik, nggak seperti ini, katanya garansi tapi nyatanya malah dipersulit.

Joey McIntyre [Rain]

And the rain falls down
It’s the only way it gets better
When the rain is fallin’ down
Telling me that l’m gonna make it through….

Yup, itulah alunan sebuah reff lagu yang cukup mengena di hati saya. Saya masih ingat betul dengan alunannya yang mendayu-dayu meski sudah lupa sama sekali dengan nama penyanyinya. Dan saya baru mengingatnya hari ini, malam tadi, Penyanyinya adalah seorang pemuda asal Amerika yang bernama Joey McIntyre. Saya sudah menyukainya sejak saya masih SMP. Lagu itu pula yang membuat saya mulai suka dengan lagu-lagu barat dan memulai senang belajar bahasa Inggris dengan menghafalkan lirik-lirik lagu seperti itu.

Berikut adalah Lirik penuh dari lagu itu :

“Rain”

I wonder how I’ll get along
I wonder where I might belong
Losing your way is easy to do
Wandering around without a clue

If there’s a way I don’t know where
If there’s a why l’m standing here
Losing my mind is easy to do
Where are you…

[Chorus]
And the rain falls down
It’s the only way it gets better
When the rain is fallin’ down
Telling me that l’m gonna make it through

I never thought of what it cost
All of the time I might have lost
So much to gain playing it cool
I’m better cast playing the fool

[chorus]

I know I will, but when will I
Stand up to myself, make up my mind
I might not have, what I had before
But I still got the rain

And the rain falls down
It’s the only way it gets better
If the rain would fall down
Then I know I could make it through the night

And the rain falls down
It’s the only way it gets better
When the rain is falling down
Telling me that I’m gonna make it through

Oh yeah, it’s the only way
Oh, ohhhhh, it’s the only way
Let it rain, let it rain down on me     

Untuk mendapatkan lagu ini di internet sangat sulit sekali, saya musti nyari limewire dan memaksa komputer lemot yang saya pakai untuk bekerja keras menjalankan aplikasi itu. Susah banget deh nyari nih lagu, kalo mau tahu lagunya seperti apa bisa didengerin di sini.

3 Bulan

Huh gak ada seminggi aja rasanya dah seperti ini gimana kalo 3 bulan. Sedih banget deh. Kenapa sih kamu musti pergi ninggalin aku. kamu khan temen, sekaligus penghiburku yang paling baik. Nggak ada kamu rasanya sepi banget deh. Kamu, kamulah yang menjadi temen dalam setiap kesuntukkan dan kesibukan, yang menghibur ketika sedang malas dan nggak karuan. Kamu juga yang selalu ngingetin aku untuk segera shalat. Nggak bosannya kamu mengulangi pesan-pesan itu meski kadang aku cuman bilang OK tanpa segera melakukannya, nggak seharipun kamu berhenti melakukannya.

Kamu yang selalu menjadi pendampingku kenapa harus pergi 😦 . Kamu yang menjadi perantara dalam silaturahmiku dengan orang-orang disekitarku. Yang membuat jarak yang jauh terasa seakan hanya beberapa hasta. Kamu yang membantu mengabadikan setiap event. Kamu juga yang membantuku dalam ngeblog.
Untuk BenQ-ku yang sedang dalam proses reparasi selamat menikmati perjalanan panjangmu. Semoga kamu bisa cepet pulang dengan kondisi yang lebih baik lagi. semoga kamu bisa menemaniku lagi, mengingatkanku dan membuatku lebih dekat dengan orang lain. Maafkan aku yang telah berulangkali menyakitimu.