I Will not Update this Blog Anymore Again, Ever

Judul posting di atas bisa juga diganti “Blog ini saya hentikan“. Saya sangat sayang dengan blog ini sebenarnya. Karena di sinilah awalnya saya berkenalan dengan yang namanya blog. Setelah membuat dan mengisi blog inilah saya tertarik untuk membuat banyak blog di blogger atau juga blog – blog saya yang lain yang saya hosting sendiri.

Sebenarnya rasanya juga berat, namun saya harus memutuskan untuk berhenti mengupdate blog ini lagi mulai hari ini, karena saya telah berencana untuk menjadi blogger yang menjadikan blog sebagai salah satu sumber income pada tahun 2012 ini. Sehingga untuk sekedar membagi perhatian saya pada blog ini bukanlah pilihan yang bagus lagi menurut saya. 

Jadi sekali lagi, blog ini saya tinggalkan, tidak akan saya hapus namun juga tidak akan saya isi dengan posting terbaru. Untuk anda yang memiliki pertanyaan tentang posting di blog ini, bisa mengunjungi saya di http://www.abouttiyo.web.id atau juga di Facebook dan juga twitter di @abouttiyo atau juga @kamtiyono. Sekian terimakasih.

Menembus Asbes Terjun Bebas Menerjang Plafon

Hah, sore yang terasa menyenangkan, awalnya. Tetep semangat walau tadi jam 2an mata ngantuk sekali. Bersihin LS Blogging Room, trus tidur 15 menitan dah dibangunin pak bos. Ancur deh rasanya nih mata, tapi ya tetep semangat, apa lagi setelah diajak ke rumahnya n makan dulu, walo seadanya ya harus tetep bersyukur, karena itulah sebenarnya yang menjadi modal utama buat semangat!

Lanjut deh, seperti rencana kemaren, mau masang instalasi listrik di kantor kelurahan. Semua berjalan lancar, beli bahan – bahan dah kelar walo ada satu dua yang terlewat, tapi dah bisa jalan. Masang juga lancar dan jalan terus. Masalah mulai terasa saat ada di atas plafon ruangan dalam, mau nyambung kabelnya gimana malah jadi bingung sendiri, otak blank buat sekedar bayangin gimana nanti sambungan kabelnya.

Waktu berlanjut, hari sudah mulai gelap dan adzan telah mulai bersahutan dari satu mushola ke mushola yang lainnya, juga dari masjid ke masjid lainnya pula tentunya (ga mungkin dari masjid ke gereja tho :mrgreen: ) Ah, tanggung nih, tinggal pasang yang luar ni dikit, gabungin sumber listriknya trus kelar deh, bisa cepet – cepet pulang.

Begitulah dugaan saya, tinggal sedikit lagi. Langsung naik ke atas, lenggak -lenggok nyebrang atap yang terbuat dari asbes dengan lancar dari ujung timur ke barat untuk kesekian kalinya. Namun ketika akan dipasang, Mas Dar, sang empunya tempat yang ikutan bantuin usul, timur aja dipasang dulu, jangan barat, coz kalau barat dulu nanti pasang timurnya resiko kesetrum.

OK, saya melenggak ke timur dulu, memberikan tang potong padanya. Dan tepat dua langkah dari bibir atap ujung timur, petaka itu terjadi. Krataaaaak, krosaaaaak, pyaaarrrrr , gedhebuggg! Waduh dari atas atap kok dah bisa ngilang ke lantai keramik gini ya? Saya baru sadar kalau saya barusan Menembus Asber dilanjutkan dengan Bab selanjutnya Terjun Bebas Menerjang Plafon.

Mulai deh, inventarisasi anggota tubuh, semua melapor I’m well sir! Cuman lecet dikit kok. Ya sudah deh, kalau gitu tetep lanjutin misi, ga usah berhenti dulu. – Ngeyel banget sih ya , dah diperingatin maghrib, gelap gitu mbok leren dulu tho ya  – Namanya juga lagi full semangat, semua harus minggir!! Coba sambung dulu, kalo nyala baru istirahat. Dan saat kabel yang berarus disambung, All Iz Well (persis kayak di 3 Idiots), Kabel satunya, baru di buang ujung pembungkusnya, trus disentuhin dah “Warning! something is happening 😛 ” Konslet bro, sak kelurahan petheng kabeh. Ya udah mission must be aborted kalo dah gini 😀

Racun ini adalah cinta

Sejenak aku terhenyak
saat pertama aku melihatmu

Manis senyum menghiasi pipimu
Dibalut kesederhanaan hangat menyelubungimu

Aku tak tahu apa yang telah terjadi
Pada hati yang lugu ini

Namun sesuatu jelaslah terjadi
Karena ia berdetak begitu kencangnya

Apakah mungkin engkau telah meracuninya
Dengan sekejap senyummu itu?

Racun ini begitu ganas
Malumpuhkan akal dan naluri

Racun ini adalah cinta