Mimpi Basah Saat Puasa, Batalkah?

Judul yang aneh? Mungkin. Tapi itulah, pagi-pagi di hari yang pertama setelah tertidur ba’da subuh sudah dibikin ragu setan karena kebodohan diri ini yang tidak tahu atau lupa hukum tentang kejadian tersebut. Jadi tidak tenang awalnya, mau lanjut, atau berbuka saja ya? Tapi ya tetep khusnudzhon kalau tidak batal, dan tetap lanjut akhirnya.

Dan setelah googling sebentar saya menemukan ini, dari blog yang tidak begitu saya kenal, tapi isinya bagus-bagus juga nih kelihatannya, langsung saya kutib saja dah pembahasan mengenai hal tersebut.

Jika Orang Yang Shaum Mimpi Basah Di Siang Hari Ramadhan, Apakah Sahumnya Batal ?
Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz – diambil dari almanhaj.or.id
Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Jika orang yang shaum mimpi basah di siang hari Ramadhan, apakah membatalkan shaumnya ataukah tidak ? Haruskah dia bersegera untuk mandi ?
Jawaban
Mimpi basah tidak membatalkan shaum, karena hal itu terjadi tanpa unsur kesengajaan dari orang yang shaum tersebut. Dan dia wajib mandi janabah ketika melihat keluarnya air mani.
Jika seseorang mimpi basah setelah shalat shubuh lalu dia mengakhirkan mandinya hingga menjelang dhuhur maka tidak apa-apa. Demikian pula jika seseorang menggauli istrinya di waktu malam dan dia belum mandi hingga terbitnya fajar, hal itu tidak mengapa, karena disebutkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ketika subuh Nabi masih dalam keadaan junub karena jima (di malam hari), kemudian beliau mandi dan shaum.
Demikian pula halnya dengan orang yang haidh dan nifas, seandainya keduanya telah suci di malam hari lalu baru mandi setelah terbit fajar, hal itu tidak mengapa, shaumnya tetap sah. Akan tetapi tidak boleh bagi keduanya maupun bagi yang junub untuk mengakhirkan (maksudnya disengajakan untuk menunda-nunda –pen.) mandi atau shalatnya hingga terbit matahari. Wajib bagi mereka untuk bersegera mandi sebelum terbit matahari untuk menunaikan shalat tepat pada waktunya.
Bagi seorang laki-laki hendaknya bersegera untuk mandi janabah sebelum shalat subuh sehingga memungkinkan baginya untuk menghadiri shalat jama’ah. Wallahu waliyut Taufiq
[Disalin dari kitab Al-Fatawa Juz Awwal, edisi Indonesia Fatawa bin Baaz, Penulis Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, Penerjemah Abu Umar Abdillah Terbitan At-Tibyan – Solo]

Dilihat dari penerjemahnya, yang merupakan redaktur utama majalah Ar-Risalah, tidak perlu ragu menurut pendapat saya, bahwa mimpi basah di siang hari bagi orang yang berpuasa tidaklah membatalkan puasanya.

Dari pagi saya pikir-pikir sendiri juga begitu, semua itu khan terjadi tidak dengan maksud yang saya sengaja, mestinya tidak batal.

One thought on “Mimpi Basah Saat Puasa, Batalkah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s