Ketika Maya Telah Pergi.

Saya mulai intens mengorbit di dunia maya ini sudah sejak dua tahunan yang lalu. Dengan blog inilah saya memulai untuk mengenal Internet jauh lebih dalam. Awalnya saya merasa bahwa Internet merupakan sisi lain dari hidup dan rutinitas yang biasa saya jalani. Di sini, saya merasa bisa berperan menjadi orang lain yang lebih ringan dalam menjalani hidup ini. Karena saya bisa berbuat dan menulis apa saja semau saya.

Sejak awal pula, saya merasa bahwa saya di dunia nyata sangatlah berbeda dengan dunia yang sebenarnya. Sehingga saya mulai membangun image saya yang lumayan jauh dari saya yang sesungguhnya. Walau cuman nama yang paling berbeda (awalnya nama saya yang mengisi blog ini abuanas, trus jadi anas biasa dikenal blogger lain), nggak lebih. Tanggal lahir, ciri-ciri dan latar belakang semua saya tulis sesuai kenyataan.

Kenapa musti ganti nama? Karena saya muslim. Dalam Islam, hendaknya seseorang itu memakai nama yang baik. Terus terang, entah malu dengan nama asli saya atau bingung dengan arti didalamnya (kalau ada) saya merasa kurang nyaman untuk memakainya. Hingga saya akhirnya memilih nama tadi, karena saya rasa nama itu simple, termasuk nama yang beberapa keluarga dan sahabat nabi SAW gunakan, dan seakan ringan, tak ada kesombongan di dalamnya.

Namun sekarang, setelah facebook hadir di dunia saya. Dan keajaibannya telah berhasil menjebol tembok pembatas anatara dunia nyata dan tidak. Mengusir pergi jauh semua ke’maya’an yang tadinya ada. Menyatukan keduaanya dalam simpul-simpul ikatan persahabatan. Saya mengalami sedikit kesulitan, terutama karena dengannya saya dipaksa menyatukan perbedaan yang telah saya buat lebih dari dua tahun tersebut. Banyak teman dari dunia maya/internet mengenal saya sebagai anas, tetapi disisi lain yang dari kehidupan keseharian saya mengenal saya sebagai kamtiyono.

Saya awalnya juga pikir-pikir mau pakai nama apa ya enaknya di facebook? Tapi akhirnya ya udah, gabungin aja keduanya, biar semua tahu. Who am I? Yang di internet ga bakalan bingung kalo mau nyari saya dan yang dari kehidupan nyata yang tiap hari ketemu juga ga bingung.

Posting ini sekaligus jadi jawaban bagi anda yang mungkin heran, kenapa ada nama anas atau kamtiyono di dalam nick facebook saya.

8 thoughts on “Ketika Maya Telah Pergi.

  1. heh pus, meneng we…..
    dasar MBEM.., (lol)

    merdeka mas!!!
    he he he, gak nyambung babar blas
    aku golekne jeneng kunyah ge mas.
    koyone abuahmar kok kurang sreg ngunu aku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s