Aku dan Agamaku

Dulunya, aku adalah seorang bocah kecil yang sama sekali tak tahu sedikitpun tentang ilmu agama. Orang tuaku sama sekali tidak menanamkan pengertian agama sama sekali, karena mereka juga tidak tahu sama sekali tentang agama. Mereka lebih cenderung pada kepercayaan yang dipegang kedua orang tua mereka [kakek-nenek] yang kejawen, meski dalam KTP mereka semua Islam adalah pengisi kolom agamanya. Tapi tak pernah sekalipun aku melihat mereka beribadah dengan cara Islam, berdo’a saat mau makan sekalipun tidak.

Hingga saat usiaku sudah lebih dari balita, dan bersekolah di TK dan juga SD, mereka tidak pernah menunjukki bagaimana Islam itu. Bahkan menyuruhku ke TPA juga tidak. Hampir lulus SD, aku selalu kalang kabut kalau ditanya temanku masalah huruf-huruf Al-Qur’an.  Hingga sampai dibangku SMP aku masih takut dan kerap merasa panas dingin saat berhadapan dengan guru agama. Jangankan membaca huruf-huruf Al-Qur’an, mengetahui nama-nama mereka dan cara mngucapkannya saja tidak bisa.

Perjalananku belajar agama dimulai saat masuk SMK, guru agamaku adalah orang yang paham dengan kondisi seperti yang aku alami. Karena ia juga melihat banyak anak seusiaku di kampungnya yang tidak bisa ngaji, karena beliau adalah seorang guru TPA. Hampir setiap masuk kelas beliau mengawali pelajaran dengan mengaji surat-surat dalam jus 30. Meminta kami untuk mengeja bersama-sama, satu persatu dan juga menyalinnya dengan jemari-jemari kecil kami. Satu yang aku ingat, beliau pernah memuji kalau tulisan arabku bagus, aku jadi semangat untuk belajar mulai saat itu.

Puncak akselerasi pengetahuan agamaku diawali ketika PSG, aku mulai cinta agama saat itu. Saat mau lebaran, aku beli sebuah mushaf Al-Qur’an dari uang yang aku sedikit demi sedikit aku sisihkan. Sebuah Mushaf terbitan departemen agama yang dilengkapi dengan terjemahannya, bercover merah seharga 25 ribu saat itu. Tapi bukan harganya itu yang perlu dilihat, tapi manfaat yang aku petik darinya. Setiap pagi, aku baca ayat demi ayat dengan terbata-bata hingga mulai lancar, untuk membuatku lebih lancar, seringkali aku mendengarkan radio MQ FM Solo yang sering mengadakan acara ngaji tiap sore hari. Dari sana aku mulai lancar dan terbiasa dengan huruf-huruf yang ada dalam Al-Qur’an, beberapa kosakata juga mulai tinggal di ingatanku.

Setelahnya, semangatku semakin menjadi. Tiap bulan aku selalu membeli majalah ElFata yang diterbitkan oleh penerbit di sekitar Sukoharjo. Pengetahuankupun semakin menumpuk dari koleksi majalahku yang sampai saat inipun masih menumpuk di rumah. Saat itu, aku adalah orang yang sangat taat pada agama kalau mau sedikit membandingkan dengan saat ini. Aku sangat benci dengan lagu-lagu yang banyak digandrungi anak-anak muda, tidak pernah melihat lekat dalam bola mata seorang gadis. Dan juga tidak melihat lekuk-lekuk tubuhnya. Bahkan saat kelas 3 puasa daud adalah kebiasaan bagiku, aku melakukannya dari lebaran 2006 hingga hampir menjelang lebaran berikutnya [Rajab kalau ga salah].

Tapi itu semua tinggal kenangan, saat aku mulai merantau bersama kakak iparku, aku sudah nggak kuat menjaga semangat juangku. Puasa daud sudah hilang karena merasakan medan yang panasnya minta ampun. Dan karena aku semakin jauh dengan media dan juga teman yang selalu mensupportku, aku jadi kembali kepada kebanyakan orang akhirnya. Mulai suka musik lagi, kadang-kadang memperhatikan wajah gadis yang lewat dan banyak kebiasaan lain.

Saat itu adalah saat yang paling aku rindukan, kembali dekat denganNYA. Beda dengan aku yang sekarang, yang biasa saja, menjaga sholat agar selalu penuh setiap hari saja sudah bisa bangga. Tapi syukur deh, kadang kalau lagi senggang mulut dan hati ini masih mau diajak berdzikir.

2 thoughts on “Aku dan Agamaku

  1. Bismillah, semoga Allah selalu menjaga hati ini
    Bukan bermaksud pamer amal, Cuman pengingat agar bisa kembali bersemangat dalam memperbaiki diri, dan mengenang jasa semua orang yang juga berperan dalam pembentukan diri ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s