Lokalisasi Blog

Sejak beberapa saat yang lalu, tepatnya setelah belajar hosting-hostingan yang sekarang membuatku malas untuk posting di sana karena itu bisa jadi hanya sementara. Aku jadi penasaran, sebenarnya seperti apakah cara kerja sebuah komputer yang disebut dengan server (webserver). Karena memang kalau dilihat dari proses pengambilan (nggak beli khanūüėÄ ) domain, nyetting DNS sampai upload wordpress dan installnya kok kelihatannya cara kerjanya sederhana ya sebenarnya ?

Berangkat dari sana aku mulai penasaran, dan pingin nyoba gimana seandainya kalau kita menginstall wordpress dalam komputer yang offlie yang kita pakai. Bisakah tampilannya seperti yang kita lihat sehari-hari seperti blog kita ? Dan masih banyak lagi pertanyaan lain-lainnya. Kalau bisa khan asyik juga bisa kotak-katik bikin draft buat posting, nyoba-nyoba plugin dan themes atau bahkan memakainya untuk mengecek themes hasil latihan sendiri. Kalau aku lihat khan kelihatannya agak nggak begitu ribet-ribet amat tuh caranya, CSS dah mudeng walau nggak seratus persen, trus phpnya kelihatannya susunannya sama saja tuh dari berbagai themes tuh, walau belum belajar pasti nanti sambil jalan juga akan bisa deh.

Ok, langkah awalnya nih, karena dah tau kalao kita perlu php, aplikasi web server, dan database menginstal ketiganya adalah sebuah kewajiban jika kita ingin bisa mencobanya. Setelah instal PHP, Apache dan MySQL secara sendiri-sendiri dan mencoba berkali-kali kelihatnnya masih nggak jalan dengan mulus. Karena untuk memulai menginstall kita harus buat sebuah database dulu, sementara dengan settingan itu ( default) maka kita hanya akan menemukan kata “It’s Works” jika mengetikkan http://localhost/ lha gimana mau memulainyaūüėē awalnya sih mau nyoba setting satu-satu dari semua itu, tapi karena kebodohan akhirnya ngalah aja deh, nurutin kata temen yang nyuruh makai webserver paketan saja. Dia nyuruh pakai PHPTriad, tapi aku agak sedikit nggak ngeh, akhirnya nyoba pakai yang lain saja, pakai appserver.

Begitu masuk dalam localhost, maka langsung yang muncul adalah serba-serbi penyusun Appserver tersebut dan link untuk kontrol database. Coba saja¬†deh, langsung buat sebuah database, kopi semua file yang ada di folder wordpress ke folder www-nya Appserver, ubah wp-config.php sesuai keadaan setingan database. Setelah¬†itu buka http://localhost/namafolderwordpress/,….¬† alhamdulilah, tampilannya sama persis dengan kalau dihostingkanūüėõ , tinggal seperti biasanya dah, jalan teruusss. Ternyata semudah itu ya, instalasi wordpress yang terjadi di webserver¬†sana, cepet nggak ada 5 menit kalau kita tahu¬†caranya.

Ada yang bilang, hidup ini harus selalu berubah dan berkembang ke arah yang labih baik, dan jadi orang yang terlalu fanatik dengan satu hal itu bukan sebuah kebijaksanaan.  Eh, ternyata nggak seperti yang selama ini yang aku tahu ya, engine buat bisa ngeblog itu nggak cuman wordpress saja ternyata (yang pakai diunduh segala), masih ada drupal, joomla dan b2evolution dan masih banyak lagi temen-temennya. Tertarik juga akhirnya untuk mencoba barang salah satu dari mereka, setelah mendownload joomla dan drupal dan cari-cari tahu gimana cara installnya, akhirnya bisa juga deh memulai untuk menginstall.

Alkisah,¬†langsung¬†saja buat sebuah database kosong¬†baru, masuk ke http://localhost/namafolderdrupal/ dan apa yang terjadi ? Ternyata¬†sama¬†dengan¬†kalau kita install wordpress tadi, tapi wizardnya masih panjangan ini sedikit, tapi enaknya bisa lebih fleksibel soal account pengelolaan blog nantinya (nggak seperti wordpress yang selalu admin, dan password juga langsung nyeting dari situ, nggak perlu password sementara. Yang agak perlu pikir-pikir adalah untuk nginget nama dan password databasenya, karena juga masuk dalam wizard tersebut. Dan setelah masuk ke dashboardnya, ups, terkaget-kaget dah, ternyata disana ada terlalu banyak parameter pengaturannya, bikin males aja lihat semua itu, themes yang ada juga jelek-jelek lagiūüėÄ

Kalau Joomla! dah kelihatan agak keren nih, dari tampilan saat install aja dah ada unsur grafis yang terlihat apik, tapi, sial nih nggak bisa sukses, gagal terus untuk ngadain koneksi ke MySQL da apa yaūüėõ Belum bisa cerita banyak nih. Eh karena kemarin penasaran juga seperti apa ya kira-kira kalau hosting beneran yang berbayar itu ? Sekarang aku jadi pengen sungguh-sungguh beli domain yang jauh terdengar lebih baik¬†dengan hosting sendiri ya. Soalnya aku nemuin kalau selama ini yang aku masuki itu bukanlah CPanel yang sebenarnya, di CPanel masih ada berbagai opsi dan hal-hal lain yang aku belum sempet tahu. Lagian sekarang khan dah makin murah aja paket hostingan blog, 110 ribu¬†saja dah dapet 50 MB bandwidth 1 GB lumayan dah untuk sebauh blog baru (malah masih berlebih bahkanūüėÄ )

2 thoughts on “Lokalisasi Blog

  1. hosting yg 110rb dapet 50mb itu boleh tau dimana mas? biasanya harga hosting berbanding lurus dengan kwalitasnya,
    siapa tau yg ini nggak ntar biar saya coba..

    Itu untuk bloghosting mas, aa di Idwebhost, saya juga mau ambil paket itu saja, tapi masih agak ragu tentang content blog itu nantinya

  2. Nggak tau kenapa saya sekarang kok ngeri pake yg murah abis gitu. pernah pake wiro…. blog saya kalau dibuka lelet minta ampun! sekarang pake yg sedikit mahal, hasilnya wuuz..wuzz.., blm pernah down.

    Waduh, tadi baru aja terlanjur pesen, gimana nih ? Emang mas junthit pke hosting mana ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s