Serba-Serbi Bittorrent

Hahhhh, pusing juga yah, kalo lagi seneng donlot itu apa-apa lupa deh, soalnya gak pernah puas sih. Dari hari ke hari selalu ingin untuk mencari yang lebih dan yang bisa kita gunakan dengan lebih mudah. Sampai-sampai aku dah nggak sadar menelantarkan blog ini selama berminggu-minggu. Memang banyak software gratis / freeware yang ada di Internet banyak membuat kita jadi lebih mudah untuk melakukan berbagi aktifitas. Ngomong-ngomong tentang download dan unduh nih, ternyata mendownload itu perlu banyak trik dan cara ya. Untuk file kecil dibawah 20 MB mungkin kita masih bisa tenang-tenang saja mendownloadnya dari browser langsung. Sedang yang 30 MB ke atas lebih enaknya kita biasanya memakai download manager semacam FlashGet, GetRight atau FDM.

Sayangnya pengguaan Download manager ini seringkali juga terasa kurang nyaman saat file yang kita unduh itu ukurannya sudah melampaui seratus MB. Lalu apa yang bisa kita lakukan agar kita bisa mendownload dengan cepat file- file dengan ukuran sebesar CD (biasanya distro-distro linux ukurannya sekitar 700 MB) ? Apakah ada lagi tool download yang bisa lebih cepat dari itu ?

Yup, jawabannya mungkin untuk saat ini belum ada aplikasi lain di dunia ini yang bisa memaksa kecepatan download kita untuk bisa melaju dengan lebih kencang melebihi kemampuan berbagai download manager tersebut. Tapi kalau cara mendownload, dengan jalan dan proses pen-download-an yang berbeda pasti bisa. Cara ini sering disebut dengan melalui jaringan torrent. Untuk menggunakan jaringan torrent ini, hal pertama yang perlu anda miliki adalah aplikasi client dari torrent itu sendiri ( tentunya dengan ditambah koneksi internet😀 ) Setelah itu anda tinggal mencari file torrent dari satu file yang anda inginkan dari internet ( biasanya berekstensi .torrent ) lalu membukanya dengan aplikasi bittorrent tersebut untuk memulai mendownload.

Lalu, kenapa dengan mengguanakan torrent download bisa lebih cepat ? Oh ya gini nih, sebenarnya menggunakan torrent atau tidak itu sama saja. ia juga merupakan cara transfer file lewat internet. Bedamya, kalau kita mendownload seperti biasanya, baik melalui browser langsung atau dengan mengguanakan download manager itu, andaikan ada beberapa orang ingin memiliki setandan pisang, maka orang yang datang belakangan harus menunggu orang yang datang ( dalam ini mengklik tautan atas sebuah file yang kita inginkan ) terlebih dahulu selesai memperoleh utuh satu tandan terlebih dahulu. Baru gilirannya untuk memperoleh setandan pisang tersebut tiba. Dengan metode seperti ini, kita bisa saja mendownload dengan waktu yang sangat lama sekali, padahal file tersebut sebenarnya tak perlu waktu begitu lama jikan kita bisa mendownloadnya secara langsung tanpa menunggu.

Nah, di sini letak perbedaan antara bittorrent dengan cara download biasanya. Tapi sebelumnya kita ganti analogi kita tentang download tadi dulu ya, masak download disamakan dengan pisang nggak siippp deh😀 Kita ubah sekarang, andaikan ada seribu orang yang menginginkan sebuah buku. Buku tersebut memiliki halaman sejumlah dua ribu lembar, dalam jaringan torrent, agar semua orang memperoleh buku tersebut, pemilik awal ( seeder dalam istilah torrent ) hanya perlu memberikan bagian-bagian dari buku tersebut kepada semua orang yang membutuhkannya ( Lheecer ) satu orang dua halaman misalnya. Kemudian mereka, sembari mendownload juga mengupload kepada sesama Lecheer. Akhirnya dari awalnya buku tersebut hanya berjumlah dua ribu lembar, bisa saja menjadi ratusan ribu lembar, sehingga memudahkan pertukaran lembaran antara lheecer dan seeder, ketersediaan dari pecahan-pecahan file inilah kunci kecepatan torrent.

Selain proses dan beberapa istilah tentang torrent di atas perlu juga dikatehui berbagai istilah lain seperti tracker, swarm, peer dan juga apakah sebenarnya file dengan ekstensi .torrent tersebut. Pada saat kita akan memulai mendownload, aplikasi yang harus kita buka adalah aplikasi client dari jaringan torrent tersebut. Dan yang lebih penting lagi adalah file dengan ekstensi .torrent itu sendiri yang berisikan link tentang file, jaringannya dan juga trackernya. Kurang lebih mirip dengan jika kita menginstal Yahoo! Mesenger yang kita peroleh dalam ukuran kecil itu, yang mengarahkan kita pada file sesungguhnya. Fungsi tracker dalam jaringan ini adalah sebagai server yang mengatur lalu lalang dai potongan-potongan file tersebut. Istilah Peer mungkin sudah akrab kita dengar dari hubungan peer-to-peer pada komputer, memang benar, peer di sini adalah orang yang dalam mendownload tersebut terkoneksi secara langsung dengan kita, entah sebagai pendownload maupun pengupload kepada kita. Sedang swarm adalah jumlah keseluruhan orang yang terlibat dalam jaringan yang tercipta dari aktifitas download kita tersebut.

Jadi jelas, lancar atau tidaknya proses mendownload itu sangat bergantung dengan jumlah potongan-potongan file yang ada. Yang juga bergantung pada jumlah orang yang masih tinggal dalam jaringan tersebut, baik setelah maupun sebelum acara downloadnya selesai. Karena inilah, torrent ini bisa dibilang bergantung sepenuhnya dengan komunitas yang mengadakan aktifitas download tersebut. Semakin banyak yang masih tinggal, semakin cepat proses download. Dan karena inilah disarankan, bahkan wajib, untuk ikut tetap membagikan file kita yang telah selesai kita download tersebut dengan tidak keluar jaringan ( menutup aplikasi ) hingga jumlah yang kita upload minimal sama dengan yang kita download. Bahkan ada beberapa situs yang mengatakan sampai dua kali dari apa yang kita download *ini yang berat :P*

6 thoughts on “Serba-Serbi Bittorrent

  1. Ping-balik: BitTorrent « RESTAVA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s