Jenuh

[Pakai kata saya apa aku ya enaknya😕 ]

Nggak tau juga nih, kenapa ya akhir-akhir ini kok aku merasa bingung banget kalo lihat blog ini. Terasa menjemukan banget seh kalo diperhatikan semua postingannya. Karena hampir semua posting yang aku buat akhir-akhir ini sama sekali tidak menggambarkan kalo aku tuh manusia, sebagaimana juga kamu yang sedang membaca tulisan ini. Aku seolah adalah orang yang sempurna yang dah lengkap pada semua sisi dalam hidupku ini. Seolah aku adalah orang yang begitu hebat dan tahu berbagai hal dengan sangat baik dan sempurna. Sehingga dampaknya blog ini dilumuri dengan tulisan-tulisan yang menurut saya memang kadang berisi hal baru dan informatif. Tapi, pada akhirnya saya justru merasa sedikit jengah dengan tulisan-tulisan itu. Karena seolah saya adalah orang yang nggumunan, tau secuil kuku dari hal baru yang baru ditemukan saja langsung ditulis di blog. Nggak akurat lah tulisannya.

Memang, dalam menulis berbagai posting, sejak awal tahun ini, saya cenderung untuk lebih memilih metode keyword. Saya lebih memfokuskan agar tulisan saya itu bersifat informatif dengan melihat kata kunci yang dipakai para penjelajah web untuk tersesat di blog aku. Bukan sekedar curhat, cerita atau mengikuti apa yang sedang panas di dunia blogosphere ini. Karena misi saya di awal tahun ini memang berusaha untuk menjadikan blog ini sebagai media umat, bukan sekadar media para bloger. Sehingga hasilnya tidak hanya membahas internet dan lain-lainnya. Saya lebih senang untuk menulis berbagai hal yang menurut saya baru dan enak untuk dijadikan topik tulisan, bahkan cenderung menjauh dari menjadikan tema yang lagi hit beberapa waktu lalu semacam film dan berbagai foto artis. Satu hal yang agak mirip dengan tema pada umumnya adalah tentang masalah blokir2-an. Tapi saya tak lebih menulisnya sebagai rekasi saya atas apa yang saya dengar.

Akan tetapi, saya bukanlah seorang pakar, atau paling tidak memiliki spesifikasi pada satu bidang yang khusus, saya hanyalah orang yang belajar secara otodidak serampangan. Sehingga apa yang saya tulis tidak bisa 100% benar atau minimal hampir mendekati benar sekitar 70% lah. Karena bisa pula dianggap tulisan saya hanyalah reaksi atas apa yang saya temui dan pelajari saat itu. Tulisan-tulisan itu, dan juga blog ini pada akirnya hanya dipenuhi dengan reaktifitas atas semua hal yang sedang saya hadapi. Tidak lebih. Karena memang saya bukan seorang dengan keahlian khusus sehingga mampu menyusun materi blog ini dengan rapi dan terencana atau proaktif. Dalam menulis, saya tidak memiliki barometer tentang seberapa dari total pengetahuan yang saya sampaikan dari tulisan-tulisan tersebut.

Tapi dibalik semua itu, kadang aku juga merasa resah, karena ada yang bilang (dan ini juga menurut saya benar), kalau setiap tulisan kita itu menggambarkan diri kita, kondisi dan kepribadian kita. Lha kalo saya menulisnya melulu tentang hal-hal berbau komputer seperti itu, tanpa pernah saya menuliskan sedikit tentang gundah gulana yang sedang aku alami dalam keseharian saya takut kalau ini menggambarkan kalau saya itu adalah orang yang kurang perhatian terhadap diri saya sendiri. Saya adalah orang yang tak mau berpikir untuk merubah keadaan diri aku. Lha kalau pada diri sendiri aja dah ga mau mikirin, gimana dengan orang-orang di sekitarku ? Hii, serem ah ngebayanginnya. Atau justru sebaliknya ya, ini adalah gambaran betapa saya telah manjadi orang yang sempurna, sehingga sama sekali tak perlu mengadu kepada siapapun tentang apa yang sedang saya hadapi, tentang masalah yang menghadang aku. Karena memang saya termasuk orang dengan tingkat ketertutupan yang lumayan. Hahhh, etahlah aku bingung !!!

Atau mungkin juga karena saya sudah tiba waktunya untuk merasakan kebosanan untuk ngeblog lagi. Sehingga blog ini yang telah seringkali dikunjungi orang tiap hari dalam pandanganku menjadi blog yang membosankan dan membuat jengah ? Karena saya aku merasa kalao format blog sudah tidak relevan lagi. Dan hosting dengan domain sendiri adalah menurut saya lebih baik, meski juga tak tahu kalo hosting sendiri nanti tulisan saya akan membahas apa. Karena sekali lagi, aku bukanlah orang yang pakar atau menguasai suatu bidang dengan apik. Tapi jelas, aku yakin hosting sendiri itu akan lebih baik dan membuat kita belajar lebih banyak hal tentang tetek-bengeknya web, bukan terima beres seperti dengan layanan ratis seperti ini.

[masih nggak jelas, enaknya saya apa aku ya !!!😡 )

One thought on “Jenuh

  1. mungkin krn ada perasaan atau dorongan dari luar yang memaksa utk menulis spt ini – spt itu..
    mungkin mesti di lihat lagi niat nge-blog nya..

    >> Perasaan nggak deh, semua tulisan saya itu pure dari apa yang saya ingini, cuman jadi kaget dan jenuh aja lihat semua isinya kok jadi seperti itu🙂

    blog, *awalnya* cuma sebagai tempat curhat diri sendiri, bisa di share ke orang lain ato ngga..
    bebaslah berekspresi dalam menulis blog, termasuk mengekspresikan ke jenuhan dalam hal apapun..
    dengan demikian sudah jadi blog nya..😉

    >> yups, bener banget, setuju, tapi saya cenderung suka menjadikan tulisan saya informatif, bukan sekedar curhat.

    hmm..
    klo aku lebih suka pake “aku”, klo “saya” terlalu formal ato malu2..
    itu sih menurut aku.. bukan menurut saya..
    heheheh..

    >> Kalo saya aku lebih sering memakai kata saya, walau kadang juga ngrasa seperti itu😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s