Apakah Anda hidup untuk kehidupan Anda ?

Pertanyaan yang aneh lagi. Jauh lebih aneh bahkan.😀 Mungkin anda akan menjawab dengan berbagai pertanyaan balasan seperti berikut. ‘Kalo tidak hidup untuk kehidupan kita lantas hidup bagi kehidupan siapa ?’ Atau bahkan ‘Apakah kita nggak benar-benar hidup, sehingga masih perlu bertanya untuk siapa kita hidup itu ?’ Atau yang paling sederhana ‘Memangnya ada ya yang bisa mengambil kehidupan kita ? Kok kayak ghost rider saja, jiwa dan kehidupan digadaikan’🙂

Yaks, nggak tau juga maksud dari pertanyaan itu yang lebih dalam bagaimana, tapi yang jelas kalimat itu muncul begitu saja di benak saya saat melihat berbagai realita kehidupan di sekitar saya. Saya melihat banyak orang di sekitar saya walau mereka terlihat menikmati hari-harinya, mereka dapat tersenyum, tapi di lain sisi kadang mereka terlihat bingung. Resah, gelisah dan putus asa dengan apa yang mereka hadapi, dengan ketidakjelasan akan apa yang akan mereka pakai untuk bisa menjalani kehidupan mereka disaat-saat usia senja mereka. Jangankan usia senja untuk membayangkan dengan apa mereka akan memberikan kebahagiaan untuk anak-anak mereka saat mereka remaja saja mungkin ada yang tak berani.

Walau mereka bekerja dengan segenap potensi dan kemampuan yang mereka miliki. Dengan bersungguh-sungguh mereka telah mencobanya, dengan semangat yang membara untuk berbuat baik dan maksimal sesuai dengan apa yang bisa mereka lakukan dan apa yang ada pada diri mereka. Seringkali tiba-tiba mereka harus menerima kabar yang terdengar seperti mimpi buruk di siang bolong. Yang membuat mereka sejenak menghentikan kesibukan dan upaya mereka untuk bisa memberikan hal terbaik dari mereka. Menggantikan semua itu dengan geleng kepala dan melongo dengan wajah bodoh. Sambil berkata dalam hati ‘Bagaimana bisa bajingan itu temanku yang seharusnya berada jauh di belakangaku itu mendahuluiku, bagaimana bisa dia melakukannya?’

Yang pada akhirnya semua itu menjadi penghalang bagi mereka untuk bisa bersemangat lagi. Untuk apa ? Untuk apa bekerja dengan diiringi semangat yang membara kalau nyatanya uang lebih bisa menentukan nasib di masa yang akan datang dari pada kerja keras dan pengabdian yang terus-menerus dibangun ? Semua itu sia-sia!

Salah satu penyakit negeri ini. Memang seperti itu ya. Semestinya negeri ini bisa jauh lebih baik dan maju, namun terpaksda semua itu hanya menjadi mimpi dan angan yang tak kunjung datang menghampiri negeri ini. Karena dengan adanya praktek seperti itu tanpa sadar sistem dinegeri ini telah mengganti orang-orang terbaik yang ia miliki. Yang mampu dan mau bekerja dengan keras dan tulus pada awalnya dengan orang yang entah bagaimana dia bisa bekerja. Yang kemungkinan besar di masa depan mereka justru ikut menghancurkan negeri ini. Sebagai upaya untuk mengembalikan apa yang mereka usahakan untuk bisa mencapai posisinya.

Sebagai imbas dari realita itu, bagi orang-orang baik pun akan bereaksi atas semua itu. Bisa jadi karena kekuatan iman dalam dada mereka mereka akan tetap memegang erat prinsip hidupnya. Namun tak jarang mereka pada akhirnya juga melakukan hal yang sama, yang pada awalnya mereka haramkan tersebut, kalu tidak demikian, mereka tidak melakukannya mungkin hanya karena keterbatasan resource pada mereka saja.

Akhirnya, realita seperti itu tak akan terelakkan dari generasi ke generasi😦 Mereka telah diekoki dengan kesalahan bersama yang ada dalam sistem yang telah ada di pemerintahan ini. Tak ada pilihan, tak ada hal lain yang lebih baik yang bisa untuk diambil, jika tidak ikut seperti itu maka habislah kita. Itulah pikiran dan kesimpulan akhir yang kadangkala diambil saat ini. bagaimana jika hal ini tak segera berubah ? Mungkin akan menghasilkan orang dengan kesimpulan serupa dalam jumlah yang jauh lebih besar di waktu mendatang.😦

Kenapa ? Jelas karena mereka sudah tidak bisa hidup dengan pilihan mereka sendiri. Mereka tanpa sadar telah berubah menjadi robot yang mengikuti sistem yang telah bobrok. Tak ada pilihan untuk hidup sesuai dengan hati nurani, tak ada kesempatan untuk mecoba merenung tentang hidupnya dan kembali memulai dari awal lagi. Bagaimana dengan anda ? Apakah anda hidup sesuai hati nurani anda ? Apakah anda hidup demi kehidupan anda sendiri ?

10 thoughts on “Apakah Anda hidup untuk kehidupan Anda ?

  1. tema yang bagus nich :mrgreen:

    Bagaimana dengan anda ? Apakah anda hidup sesuai hati nurani anda ? Apakah anda hidup demi kehidupan anda sendiri ?

    pertanyaan yang sulit untuk dijawab, namun yang jelas harus ada makna dalam hidup kita
    salam kenal :mrgreen:

    Kenal balik

  2. Tetap semangat ya mas!Yakin aja bahwa setiap kita sudah disiapkan peran yang baik oleh yang Maha Adil. Gak boleh putus asa itu saja kuncinya. Jadi sekecil apapun peran kita saat ini sebenarnya adalah parameter apakah kita layak dan mampu untuk peran yang lebih besar atau enggak. Jadi ingat, bahwa masih ada yang diatas sana mas yang ikut menentukan. He..

  3. terimakasih atas kunjungannya….

    hidup untuk kehidupan mungkin lebih bermakna bagaimana hidup yang kita jalani ini dapat memberi kemanfaatan yang besar pada orang lain, dalam sebuah sistem besar di mana kita berada. tak sekedar asyik menikmati kehidupan sendiri. bahwa proses hidup dan kehidupan ini sangat bergantung pada subjek yang berperan di dalamnya, agar hidup dan kehidupan ini lebih bermakna, mungkin tak hanya di dunia tapi juga di kahirat kelak..

    Dapat berguna bagi orang yang ada dalam sistem yang begitu besar ya ? Jika sistem yang ada sudah banyak kerusakan seperti sekarang, kita mau ambil yang jadi apa ya ? Ikut sistem atau berdiri sendir tapi terlindas ?

  4. wah postingannya berat kali ini, kalo di tanya seperti itu susah juga ngejawabnya, tapi yang jelas saya hidup untuk kehidupan saya dan orang orang sekitar yang saya dan hidup untuk kehidupan yang akan datang

    Hehehe… biar ada variasi, jangan sampai dicap dikira selalu ringan😀
    Gimana nih😕

  5. Kita hidup jika hidup kita berguna untuk orang lain… gitu mas katanya.

    **koq Ade jadi ikut-ikutan serius yah? **

    Berguna ya De ? Tapi itu khan juga relatif, kepada siapa kita memberikan guna.
    De, link ke blog kamu kok sekarang nggak bisa di buka sih😦
    apa kamu jadi berhenti ngeblog, bunuh diri dan sekarang bergentayangan😦

  6. Yang penting prinsipnya makan untuk hidup bukan hidup untuk makan…jadinya gendut banget dunks…
    trus yang lebih penting jangan cari makan dari agama tetapi hidup-hidupilah agama…

    Gitu ya bang, simple tapi dalem banget😎

  7. gimana khabarnya http://kentingan.wordpress.com/? aku mbaca tulisan mu di http://kentingan.wordpress.com/2007/11/03/kentingan-dimataku/
    aku juga ikut bingung neh mikirnya…
    komunitas solo blogger itu mau dibawa kemana arahnya? jadi komunitas umum apa komunitas khusus misal diskusi IT, diskusi agama etc..
    daripada mumet kita tentukan arahnya ….
    ……………………………………………….
    baeknya ke sorga aja….

    Ke sorga😕 setuju aja deh kang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s