Bukan Asal Ngomong

[UPDATE – UPDATE] (terutama akhir posting)

Kalau dipikir-pikir memang benar kalau ada yang berpendapat menulis di blog itu layaknya orang yang onani kata-kata. Meskipun saya agak kurang setuju dengan kata onani itu, terlalu kasar, nggak ada pilihan lainkah? Karena memang kadang apa yang kita tulis itu hanya kata-kata nggak jelas yang kita tak tahu dengan sebenar-benarnya. Kita hanya tahu sedikit, tapi kadang kita lantas membuat tulisan yang seolah kita itu orang yang sudah ahli, pakar. Kadang kita menulis seakan kita itu ingin terlihat layaknya orang yang maha tahu. Kita ingin dikenal sebagai orang yang sangat hebat di depan pembaca blog kita.

Karena ingin terlihat hebat de mata para pembaca dan blogger lain itu kadang kita menjadi orang yang overackting. Kita kadang berani menulis layaknya seorang yang mampu mengurus negara ini dengan memberikan kritikan yang amat pedas kepada pemerintah. Yang menurut saya bahkan kadang apa yang kita tulis itu seperti omongan seorang politikus yang ingin membunuh karakter lawan politiknya. Seolah ingin menyampaikan kalau ‘Yang memegang tampuk kekuasaan itu nggak becus, mending saya saja yang mimpin.’

Memang kenapa ? Apa kritikan itu salah ? Nggak juga sih, bahkan mengkritik dan berusaha untuk meluruskan semua hal yang nampak melenceng dari rel yang sebenarnya itu adalah hal wajib yang kudu dilakuin. Karena jika kesalahan kecil kita biarkan, potensi untuk menjadi kesalahan besar akan semakin besar pula. Dan dilihat dari sisi agama hal ini juga salah. Karena sesama muslim, kewajiban kita adalah untuk saling nasihat menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Saling mengingatkan jika ada saudara kita yang berbauat alpha.

Yang saya takutkan hanya satu, karena mengkritik itu relatif lebih enak dan mudah daripada berusaha merealisasikan, sifat manusia, kita sering lupa dan keenakan mengkritik sampai berbicara pada berbagai hal yang kita sendiri saja tidak pernah melakukannya. Kita sendiri belum mengetahui seluk beluk hal itu namun kita berani ngomong, bahkan dengan posisi seolah kita lebih tahu dari orang yang selama ini telah berkecimpung di dalamnya.

Allah pernah berfirman dalam salah satu ayat-Nya “Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan” [QS.Ash-Shaff(61) : 3]. Dari ayat itu kita bisa melihat kalau kita itu dalam berucap ilmu itu wajib kita miliki dulu. Tidak bisa tidak. Kita harus pernah melakukannya atau minimal tahu akan hal tersebut. Karena jika kita tidak tahu ilmunya dan belum pernah melakukannya secara jujur pasti di hati kita akan muncul keraguan di dalamnya. Bukankah dari hal-hal syubhat (meragukan) ini kehancuran akan menghampiri kita. Kerancuan yang disebabkan kita sendiri yang ngomong saja tidak yakin tersebut, akan membawa orang lain yang belum memiliki pemahaman yang mendengar pernyataan kita ke dalam kebingungan dan kesesatan bahkan.

Bukankah itu suatu dosa dan kesalahan yang teramat besar. Kita berniat membuat perubahan, namun ternyata kita tanpa sadar malah membawa diri kita pada hal yang Allah tak ridho atasnya. Kita berniat menjadi pelita, namun di lain sisi kita tak menyadari bahwa kita telah menghancurkan diri kita sendiri. Laksana lilin yang menerangi namun dia sendiri meleleh hingga habis. Hal ini sama dengfan kaum terdahulu (Yahudi). “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu lupa akan kewajibanmu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?” [QS. Al-Baqarah (2) : 44]

Yang lebih parah jika kita memendam rasa ragu dalam diri kita namun sangat besar semangat kita untuk mengkritik akhirnya kritikan pun menjadi kritikan tanpa ilmu. Dan jika kritikan tersebut ternyata memperoleh reaksi dan justru membuat orang lain sesat dan berada pada jalan yang salah karena mengikuti kritik tanpa ilmu kita. Dari sini, bukan kebaikan yang kita peroleh. Dan kita sendiri pun justru berada pada posisi menghancurkan orang lain dan juga diri kita. Niat hati menjadi lilin yang bisa menerangi, tapi ternyata karena sumbu yang kedodoran yang menimbulkan api yang menyala-nyala lilin tersebut justru membakar seisi rumah, bukan sekedar dirinya sendiri. Nah lo.

Saya rasa akan lebih enak kalau kita bicara seadanya saja, semampu kita, sesuai dengan realita kita. Jangan kita menjadi orang lain yang berpikir tentang hal yang macem-macem dan mengada-ada. Terlalu muluk. Bicara apa adanya dari apa-apa yang ada.

5 thoughts on “Bukan Asal Ngomong

  1. kalo menurut aku seeh, itulah salah satu kekuatan blog, kita bisa bebas nulis apa aja asal masih dalam koridor yang jelas

    Bener juga seeh, blog bisa menjadi media yang ‘invisible’ namun mengena, tapi kadang kok saya merasa ada blogger yang terlalu over dalam membahas sesuatu ya😦

  2. Justru menulis buat merefleksikan apa yang kita menjadi mau. Persoalan kemudian timbul apakah ia sendiri menjalani atau tidak, kembali kepada nuraninya. Saya yakin, jika tujuan itu bukan politis, nafsu dan sikut-menyikut, sebuah kritikan atau sanggahan justru memberikan dorongan buat yang dikritiknya. Di sini berarti sikap bagi yang dikritiknya mesti memperbaiki. Sementara bagi yang mengkritisinya, terjadi dialog pribadi: apakah berani mengungkapkan sesuatu yang tidak tahu/tidak.

    Perdebatan timbul, bisa dari satu hal bahwa orang yang mengkritisi, mungkin lebih tahu dari sudut pandangnya sendiri. Ok deh salam kenal… yaa

    Oh ya tentang ayat di atas, makasih kita memang harus selalu diingatkan oleh ayat tersebut.

    Hebatnya blog ini ya pak
    bisa menjadi wahana untuk saling membangun dan berbagi.
    tapi sering saya merasa dalam blog itu ada sesuatu yang berlebih
    🙂

  3. Kalau semua orang mau bicara apa adanya lewat blog, mungkin kita akan bisa mendapatkan ragam pandangan manusia mengenai sesuatu isu yang sama. Kalau baca di media resmi, pendapat terhadap suatu isu kemungkinan sudah dibumbui pandangan media itu. Di sinilah peran blog: menmberikan pandangan-pandangan yang berbeda dan jujur.

    Blog lebih terbuka dan jauh dari intervensi satu pihak ya kang. Sampe dulu itu para blogger ricuh karena beda pendapat🙂

  4. kekuatan blog kan justru pada kebebasan untuk berkata2… jadi yg bilang onani kata2 mungkin gak ngerti tujuan sebenarnya BLOG diciptakan :p mau nulis di media cetak pasti terbatas dan disensor sama editor, belum lagi adanya propaganda yang berkaitan dengan SARA di media2 cetak.

    Menurut saya, blog adalah masa depan untuk pemikiran2 dari para pribadi unik dan cerdas yang sudah selayaknya dapat dilihat oleh siapapun ( yang mau liat :d )… hidup blog…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s