Lost In Space : Kacau

Setelah kemaren saya menulis sedikit tentang kebiasaan stasiun TV lokal yang pada bulan Ramadhan yang lalu hanya menayangkan acara-acara yang sama sekali tidak mendukung suasana berpuasa tersebut, sekarang saya akan menulis lagi tentang hal yang tidak berjauhan dari hal tersebut. Tentang film, terlihat bertentangan dengan yang lalu mungkin🙂 , kalau kemaren bilang kalo TV itu nggak baik sekarang malah cerita tentang film. Tapi, tak apalah, dari beberapa comment di situ khan juga sudah sedikit tersimpulkan, walau acara yang sebagian besar itu buruk, tapi semuanya terserah kita selaku konsumennya.

Yup, langsung saja, Lost In Space : Kacau adalah salah sekwel dari film Lost In Space yang dibintangi oleh Guy Williams sebagai John Robinson, June Lockhart sebagai Maureen, istrinya, Mark Goddard sebagai mayor Don West, yang beberapa waktu lalu diputar di TRANS TV yang ngakunya punya bioskop. *nyiapin lagu backsound* dan berikut adalah sedikit review dari film tersebut :

‘Cerita dimulai saat ada seorang blogger muda, introvert, dan sering mengalami masalah dalam bergaul, terutama untuk bicara secara langsung dan berhadap-hadapan yang tidak suka nonton acara TV negerinya sendiri. Karena acaranya memang tak pernah lebih baik dari hari ke hari. Akan tetapi untuk beberapa type film asing kadang ia cukup senang. Beberapa judul film Sci-fi adalah favoritnya sejak dulu, semacam Armageddon, The day after tomorrow, beberapa film James Bond dan film yang dibintangi oleh Bruce Willis, Die Hard, yang sampai saat ini sudah sampai pada sekwel yang keempat.

Dikisahkan, pada saat ia iseng melihat beberapa film asing yang sedang diputar di stasiun TV lokal, ia melihat promo acara selanjutnya, yang akan di tayangkan beberapa hari kemudian. Film tersebut adalah sekwel pertama dari film yang ia bintangi “Lost In Space” yang bercerita tentang peradaban masa depan di tahun yang sudah kelewat jauhnya 2058. Diseret oleh rasa penasaran dalam hati, akhirnya sang blogger berusaha untuk menyaksikan film tersebut.

Cerita berlanjut, ia menyaksikan film tersebut yang bercerita tentang sebuah kelurga yang semuanya super cerdas, keluarga Prof.Robinson yang akan dikirim ke luar angkasa menuju Alpha Prime. Suatu lokasi diluar system tata surya kita yang diyakini sangat memungkinkan bagi manusia untuk tinggal di sana. Mereka adalah orang yang pertama menjajaki planet tersebut.

Petualangan pun dimulai, tepat pada tanggal 1 Oktober 2058 mereka berangkat untuk meninggalkan bumi, namun pesawat mereka, Jupiter 2 ternyata disabotase oleh salah seorang dokter yang selama ini ikut berperan dalam persiapan misi tersebut, sang dokter (Dr. Smith diperankan oleh Jonatahan Harris) ternyata adalah mata-mata dari Aeolus 14 Umbra. Ia rusak satu robot yang berada dalam pesawat, yang ketika para pilot dan awaknya telah berada dalam kantung tidurnya yang disiapkan untuk mereka gunakan tidur selama 10 tahun. Robot itu aktif dan menghancurkan system navigasi dan berbagai kontrol pesawat.

Sang dokter yang masih pingsan di salah satu kolong pesawat karena tersengat arus dari alat yang ia gunakan untuk merusak program robot itu pada saatv itu dia bari tersadar. Menyadari bahwa pesawat telah berada di luar angkasa, bukan di bumi lagi, dan ia ternyata terbawa dalam pesawat, akhirnya ia kembali membangunkan mereka yang baru saja masuk dalam kantung tidurnya masing-masing.

Anggap saja mudah, kondidi saat ini telah terkontrol. Namun masalah justru datang saat ini, mereka terlempar mendekati matahari saat ini, mereka tak bisa pergi menjauh. Di sinilah, sang blogger melihat keajaiban film tersebut, pesawat itu pada akhirnya bisa lolos dari tarikan Matahari, meski tanpa harus pergi menjauhinya. Justru mereka menabarak matahari dengan kecepatan tinggi. Dan, simsalabim akhirnya mereka selamat dengan menembusnya, dengan resiko munculnya entah dimana, karena cara itu ternyata melewati tatanan ruang dan waktu dengan suksesnya.

Kini masalah baru muncul, mereka telah berada pada daerah yang sama sekali tak terpetakan oleh koputer dalam pesawat mereka. Merekapun menangis bingung harus pergi ke mana. Namun, pada permukaan salah satu planet di sekitar mereka, mereka melihat keanehan, ada semacam fatamorgana. Mengherankan. Setelah mereka dekati, mereka temukan pesawat orang bumi pada tempat itu. Penasaran mereka masuk. Namun mereka diserang oleh laba-laba yang terbuat dari silikon *yang buat siapa ya😉 *

Demi meloloskan dari diri, akhirnya mereka meledakkan pesawat orang bumi yang kosong itu. Namun hal itu menyebabkan mereka terdampar, terlempar dalam planet tersebut. Mereka kehabisan tenaga. Keajaiban datang lagi, mereka menemukan unsur radium dalam skala besar di dekat pesawat mereka. Namun unsur radium yang menjadi bahan bakar pesawat mereka ternyata berada tepat di tengah semacam kubah yang mirip dengan sekat kaca. Setelah sang kapten masuk, semakin ke tengah. Mereka pada akhirnya justru bertemu dengan salah satu dari anaknya Will Robinson, dalam usia yang 20 tahun lebih tua. Dengan bangkai pesawat yang ia komandani tentunya.

Ia adalah benar anaknya, yang telah mengalami semua apa yang telah ia alami pula. Menerjang matahari, menemukan pesawat makhluk bumi, diserang laba-laba, tentu saja juga menghancurkan pesawat itu dan terlempar ke planet tersebut. Ia hanya tinggal dengan robotnya dan ‘Dr.Smith’ yang telah terinfeksi oleh laba-laba itu saat diserang dan bagian tubuhnya ada yang tergores laba-laba. Yang ternyata dari goresan itu pula muncul laba-laba baru. Kekacauan terjadi, pada akhirnya ‘Dr.Smith + laba-laba’ yang selama ini mengasuh Will Robinson adalah karena ia ingin kembali ke bumi dengan menggunakan mesin waktu yang bisa dibuat anak itu menang semantara.

Ia yang telah berubah menjadi laba-laba lapis silikon telah merebut mesin waktu tersebut dan bersiap untuk kembali ke bumi. Namun kondisi sudah mulai berubah, kini John Robinson terbebas dari robot yang dari tadi menodongnya. Ia serang dan lukai Dr.Smith sehingga ia sendiri akhirnya dimakan oleh laba-laba kecil yang menetas dari bokongnya yang sedianya akan ia tetaskan dan gunakan untuk menguasai bumi, karena sifat laba-laba itu memang suka memakan teman mereka sendiri yang terluka. John Robinson tak mau melepas kesempatan, langsung saja Dr. Smith yang kepalanya dimakan ratusan laba-laba dilempar ke mesin waktu.

Penggunaan mesin waktu ini ternyata justru merusak kestabilan planet itu, hingga akhirnya planet itu hampir meledak. John Robinson tertinggal dari pesawat, namun ternyata yang didalam pesawat juga tak selamat. Mereka menabrak sebuah bongkahan batu besar yang melayang, hingga pesawatnya hancur meledak. Namundengan jasa mesin waktu, ia dapat memutar waktu, ia kembali lagi pada saat pesawat itu akan lepas landas. Dan akhirnya memimpim kembali pesawat untuk dapat pergi.

Tanpa mengisi bahan bakar, mereka tak sanggup terbang meninggi dengan cepat. akhirnya dengan cara yang hampir sama dengan saat menerjang matahari mereka dapar lolos. Mereka justru masuk menghujam ke dalam planet yangf hampir meledak itu.Dan akhirnya mereka bisa keluar dari sisi yang lain dari planet tanpaa menghilang sebelum planet itu meledak.

Sang blogger akhirnya selesai sudah melihat film utama yang kini sekwelnya ia yang jadi salah satu pemerannya. Namun ia justru bingung sekarang. Kenapa film yang katanya bagus buatan Hollywood kok nggak masuk akal seperti itu ya ? Ada beberapa hal yang mengganjal dalam benaknya.

Kenapa bisa pesawat itu menembus matahari, secepat apapun, atau dengan lapisan macam apapun seharusnya khan mereka akan hancur menghadapi suhu matahari yang 6000°C bukankah kecepatan justru membuatnya semakin panas ? Lalu kenapa kalau dua puluh tahun yang lalu anaknya yang telah terdampar terlebih dahulu itu sudah menghadapi laba-laba silikon dan juga menghancurkan pesawat tersebut, saat ini, saat mereka juga menghampiri pesawat tersebut, pesawat itu masih utuh, bukankah seharusnya telah hancur ?

Apakah melempar Dr.Smith yang kepalanya dimakan ratusan laba-laba silikon itu tidak samam dengan mengirim ratusan laba-laba yang kelaparan ke bumi. Apakah dengan memakan seorang Dr.Smith saja mereka akan kenyang dan diam saja setelahnya. Ditambah lagi saat mereka nekad memasuki inti planet yang akan meledak, andaikan daya tariknya mampu mempercepat gerak mereka untuk meluncur, bukankan saat mereka telah melewati pusat planet gerakkan menarik akan menjadi berlawanan ? Apa tidak benar bahwa mereka akan menjadi sama saja lambatnya dengan saat mereka akan pergi namun tak bisa pada awalnya ?

Sang blogger berteori sendiri, ternyata film Hollywood itu juga parah ya, nggak jalan di nalar. Asal kelihatan keren dan mewah saja, tapi lemah dalam cerita dan penyelesaian masalahya. Dan akhirnya ia mengundurkan diri jadi salah satu bintang dalam sekwel teranyar film itu. Lost In Space : Kacau.’

5 thoughts on “Lost In Space : Kacau

  1. aku juga sempet nonton film itu sebentar tapi jadinya males nonton, karena ya tadi, ceritanya terlalu mengada-ada

    Terlalu mengada dan megumbar efek dengan latar kecanggihan teknologi ‘palsu’ semata ya😆

  2. hmmm…. aku ngga mperhatikan banget sih, tapi iya juga sih. waktu itu ya ta tonton aja kliatanya asyik sih!

    Yup, bener banget sekilas mengagumkan
    tapi kalo diperatiin ceritanya lemah banget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s