Filosofi Avatar Saya

Hehehe setelah beberapa hari nggak blogwalkging apalagi kasih komen dan posting sekarang mencoba kembali lagi dengan gaya yang sok jadi seorang filsuf, sok bicara filosofi. Yap ngomongin avatar baru yang saya buat kemaren waktu terakhir Online. Sudah berkali-kali saya gonta-ganti avatar tapi saya baru merasa agak ngeh dan bermakna pada avatar saya yang terakhir ini. Keliatan keren juga khan. Ada yang belum liat ? Nih aku kasih liat.

Yap langsung saja nggak usah ngomong panjang lebar lagi, ada beberapa makna yang terdapat dalam avatar saya yang terbaru itu. Langsung saya bahas mulai dari obyek yang paling besar.

  • Sebuah apa ya itu ? Sirip dah, yang berdiri tegak.

Maksud dari sirip itu adalah kita sebagai manusia harus berpikir untuk selalu berada pada keadaan yang lebih tinggi, bersaha sebisa mungkin untuk dapat menjadi orang yang selalu mengadakan improvisasi dalam diri kita. Jangan sampai kita hanya menjadi orang yang stagnan dan nggak punya visi dan misi. POKOKE kita harus melihat jauh ke depan deh.

  • Sirip yang kecil.

Makna yang ada di dalamnya adalah bahwa sebagus apapun keadaan kita saat ini. Kita itu sebenarnya belum dan bahkan tidak akan pernah menjadi orang yang paling besar dan sempurna. Dari sini kita dapat mengambil pelajaran bahwa kita masih harus selalu belajar dan berusaha, meski keadaan kita sudah seperti apa pun yang membuat kita sendiri silau dan tak percaya terhadap apa yang telah kita raih.

Lebih dalam lagi bisa pula itu bermakna ” Di atas langit masih ada langit ” so jangan pernah merasa kita itu lebih baik dari siapa saja. Apa yang kita raih bukan suatu hal yang mustahil untuk diraih oleh orang lain pula, dan itu belum tentu sesuatu yang maksimal dalam hidup ini. Masih banyak orang yang dapat berlaku lebih dari apa yang telah kita lakukan. Kita bukan apa-apa. Dan makna ketiga dari simbol itu bahwa kita itu sebenarnya kecil. Dalam konteks bahwa kita itu makhluk yang meyakini adanya Tuhan kita bukan apa-apa, kita harus bersyukur atas apa yang kita dapatkan, apa yang telah Ia beri. Kita bukanlah apa-apa di hadapan-Nya. Untuk makna yang ini saya rasa gambar itu lebih layak untuk jadi lebih kecil lagi, hampir tak terlihat mungkin yang pantas.

  • Ada lagi semacam cahaya yang keluar dari kedua sirip tersebut.

Bermakna bahwa diri kita itu kadang diselimuti berbagai riak rasa dan asa. Ada semangat yang membuat kita kadang menjadi orang yang aktif dan bersemangat untuk melakukan berbagai aktifitas kita. Ada pula kesedihan dan patah hati yang membuat kita seakan mandeg dari apa yang kita lakukan, berhenti dari apa yang menjadi tanggung jawab kita. Bisa pula menggambarkan banyaknya campur tangan orang-orang luar disekitar kita yang kadang menimbulkan berbagai keadaan yang tak menentu dalam hati kita. Yang mempengaruhi pencapaian kita dalam meraih ‘hal lebih’ itu.

  • Background biru tua.

Ada orang bilang kalau warna biru itu menggambarkan jiwa orang yang tenang, kalem pendiam dll. Adapun maknanya di sini adalah semua itu, semangat dan perjuangan kita untuk meraih ‘hal lebih’ itu ada baiknya kita kontrol sedemikian rupa. Jangan sampai semangat yang ada justru membawa kita kepada jurang kehancuran dikarenakan keadaan diri yang di luar kontrol. Semua ada masanya. Kita harus bersikap waspada dan hati-hati. But keep on the spirit !!πŸ˜†

MODE NARSIS : ON

11 thoughts on “Filosofi Avatar Saya

  1. heeeeh?
    *bingung liat komen di atas,,*

    Hmm,, gitu ya mas, pake diartiin avatarnya,,
    Ma sih ga pernah ngartiin avatar, bukannya ga mau sih,, gimana ngartiin secara filosofi tentang Garfield yang lagi makan, pake buka mulut segede gitu coba,,??πŸ˜†

    Hmmm,, biru tua itu tenang ya? lain kali Ma pake warna itu juga ahh,, biar lebih tenang,, –> ga ngaruh kali Ma!πŸ˜†

    Binun ya aku hapus deh, itu khan cuma saya pakai untuk anti spam saja. Ngartiin avatar nggak wajib amat sih. Cuman sebagai penyemangat aja kok πŸ™‚

  2. serba biru … emang kesannya adhem dan tenang.
    “di atas langit masih ada langit” … sy jadi inget serial Kho Ping HoπŸ™‚

    Iya cak tenang dan terlihat ayem dan santai.πŸ™‚

  3. Lebih mirip biru dongker. Warna keramat jurusan mesin di almameter dulu. Warna biru dongker identik dengan keras dan teguh pendirian. Eh, gak tau lagi dingπŸ˜€ Btw, kalo dibuat mirror-nya ke bawah mirip logonya Trans TV

    Eh jangan keras-keras, aku mantan anak mesin juga lho, Tapi nggak bening kalo mau dibilang sama dengan trans tv

  4. sepintas mirip tanda pangkat yang nempel di bahu TNI/polri ya? Kalau biru berarti TNI AU dong,hihihi..

    TNI AU, cita-cita nggak kesampaian juga kayaknya tuh masπŸ™‚

  5. I love the Blue of ……….πŸ˜†

    aku OOT ya …πŸ˜†

    I love the blue tooπŸ˜†
    Lho baru nyadar ya teh jurig khan memang masternya padepokan Joerig B****r yang jadi tempat ngunduh ilmunyaπŸ™‚

  6. Dadi eling nek aku selama ini rodo stagnan. Visi kedepan belum aku buat beneran. Idup rasane cuman gini gitu aja😦. Thx ya nas. Review filosofi ini buat aku rada melek lagi.

    Sebenarnya aku juga nggak lagi bagus-bagus amat seh. Visi yang aku buat kemaren dulu lagi kacau, sedang ngumpulin semangat untuk membangun visi baru nih. Semangat !!!πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s