Razia Itu

Teringat saat kemaren pagi, sebenarnya beberapa pagi yang lalu, sebelum mendengar berita kematian Presiden BBM, Taufik Savalas. Aku melihat suatu berita yang agak membuat hati ini bertanya pada tayangan stasiun TV yang sama. *Lho kok masih liat TV katanya dilarang ? Sorry ralat, yang kemaren itu khususnya Sinetron * Adasebuah berita yang agak membuat aku sempet gregetan, tentang operasi razia para gepeng di kota Cirebon.

Dalam tayangan itu terlihat betapa seorang pengemis yang sudah tua dan seorang lagi *mungkin anaknya* yang membawa seorang anak kecil meronta-ronta nggak mau di bawa naik ke truk. Melihat tangis dan raut mukanya aku jadi ngeri sendiri, kemudian berpikir andai aku jadi mereka apa aku juga akan begitu. Apa ya yang ada dalam pikiranku andai kondisiku juga seperti itu ? Pokoknya aku menjadi merasa juga kalau mungkin mereka nggak punya pilihan selain apa yang sedang mereka lakukan. Pastinya mereka berpikir akan hidup dengan cara apa lagi andai mengemis sudah dilarang, mau kerja apa mereka mungkin nggak bisa.

Ada lagi seorang bocah yang ibunya sakit dan nggak bisa bekerja, ayah pun juga nggak kerja. Mengaku sudah tertangkap razia tiga kali. Waks, tiga kali, kok nggak kapok juga emangnya setelah ketangkep itu mereka diapain apa mereka cuma di daftar layaknya sensus pengemis ? Ternyata memang demikian, mereka hanya didaftar kemudian di beri pengarahan dan diberi ceramah dan kotbah lain selama seminggu. habis itu mereka bebas lagi.

 Pantes ada yang sampai tiga kali, oarng tindak lanjutnya saja hanya formalitas kayak gitu ya. Coba kalau mereka diberi sedikit keterampilan yang bisa berguna bagi mereka untuk mencari nafkah mungkin ceritanya akan lain. Apakah mereka akan lebih merasa berat untuk mengamen, mengemis dan sebagainya daripada menjaga harga diri mereka dengan bekerja yang lebih layak jika mereka bisa ? Harusnya mereka lebih memilih kerja yang layak khan ? Meskipun memang mungkin ada saja orang yang super males dan lebih memilih untuk tetap menghinakan dirinya tapi dengan begitu minimal khan jumlah mereka akan berkurang

So, saya rasa kita layak untuk mencermati keberadaan Satpol PP yang dengan kreatifnya mengadakan razia pada warga-warga pinggiran sungai, gelandangan dan pengemis itu ? Dengan arogannya gagah beraninya mereka menggusur semua bangunan tidak layaknya semua orang miskin yang telah tinggal ditempat itu bertahun-tahun bahkan puluhan tahun dan sudah merasa ikut memiliki kota tersebut ? Saya sempat berpendapat mereka sebenarnya kurang kerjaan saja. Sehingga saat melakukan razia itu tidak mereka tuntaskan. Tangkap, catat, kasih ceramah, bebas. Sehingga orang-orang yang menggelandang tidak akan pernah habisnya.

Dengan demikian mereka khan terlihat selalu bekerja meskipun apa yang mereka lakukan itu sebenarnya tidak lebih dari mengulang-ulang hal yang sama. Senjata ampuh khan untuk sedikit membungkam mulut bangsa ini yang sudah mulai kritis terhadap kinerja berbagai lembaga pemerintahan. So, keliatannya kita yang sebenarnya juragan mereka, orang-orang yang ikut menggaji mereka, harus lebih jeli lagi. Jangan sampai kecolongan dengan apa yang dikerjakan kuli-kuli kita yang cuma apus-apus saja. Tuntut mereka untuk berbuat lebih ! Setuju.

2 thoughts on “Razia Itu

  1. pemberantasan gepeng memang menjadi dilema di beberapa kota, dari sisi gepeng beralasan untuk mencari penghidupan di tengah kemiskinan yang mereka hadapi, namun dari sisi pemerintah keberadaan gepeng ini merusak keindahan kota dan terkadang menganggu ketertiban umum

    Nah, justru karena menghasilkan dilema yang berkepanjangan inilah seharusnya aparat bertindak tegas. Bukan mengadakan razia yang cuma patut-patut dan kurang tindak lanjut yang bermutu

  2. Repotnya … memberikan pelatihan keterampilan juga butuh dana. Nah…sedangkan kita tidak tahu adakah alokasi dana untuk hal tsb

    Ada apa nggak ya ? mungkin saja ada tapi sudah masuk anggaran untuk yang lain, untuk workshop misalnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s