Dilarang Keras Nonton TV

Menurut pendapat saya, mungkin, peringatan tersebut harus dan wajib untuk disebarkan dan dipasang pada setiap rumah. Bahkan pemerintah perlu menerbitkan suatu undang-undang untuk mengawasi kontent yang diberikan Industri Pertelevisian negeri ini pada masyarakat kita. Kita tidak boleh membiarkan masayarakat negeri ini dicekoki dengan berbagai tayangan yang kurang mendidik dan bahkan cenderung destruktif. Lebih dari itu saya juga merasa bahwa Industri tersebut cenderung membuat masyarakat kita menjadi masyrakat yang tidak dapat berpikir jernih dan kreatif, hanya meniru.

Bisa kita lihat beberapa contoh aktifitas penyiaran stasiun-stasiun televisi di negeri ini. Idosiar misalnya lebih sering hanya menayangkan sinetron-sinetron yang seringkali dibumbui dengan kekerasan terhadap wanita. Ditambah lagi dengan cerita yang memang seragam dan masih ditambah dengan klenik dan bau takhayul yang banyak merusak anak-anak kita. Bisa kita bayangkan, jika ada anak-anak yang menyaksikan suatu sinetron yang berisi berbagai adegan yang menunjukan adegan peperangan antara ‘setan’ dan manusia. Betapa ‘kuat’ pengaruh setan dalam adegan-adegan itu, seolah manusia hanya bisa untguk bertekuk lutut saja di depan mereka.

Dan, apakah yang akan kita dapat dari film dengan adegan-adegan semacam itu selain anak yang tidak akan berani keluar rumah sedikitpun saat gelap telah menjelang. “Takut setan pak ” gitu kata mereka saat ditanya. Jika ditanya “Setan apa ?” Mereka sangat mungkin untuk menjawab gerandong, pocong, sudel bolong atau serombongan artis serem yang sering mereka lihat di TV tersebut. Nggak nyangka ya, ternyata TV telah begitu berpengaruh terhadap anak-anak kita. Film telah sukses mencetak anak-anak kita yang sebenarnya aset terbesar bangsa ini dari yang masih sangat kecil dan bersih serta nggak tau apa-apa itu menjadi generasi yang takut pada sesuatu yang sebenarnya hanya ada pada perasaan mereka sendiri. Apa yang dapat kita harapkan dari mereka ?

Meski memang makhlus halus itu ada dan memang nyata, tapi, apakah benar mereka dapat berbuat sedemikian terhadap kita ? Mustahil ! Manusia adalah makhluk yang paling sempurna, tak akan kalah dengan apa saja jika bersandar pada Sang Pencipta.

Satu contoh lagi SCTV yang siang dan malam seringnya menampilkan anak-anak sekolah yang kerjaannya tidak sekolah. Dalam berbagai tayangan tersebut anak sekolah lebih terlihat sebagai figur-figur yang hidupnya tak lebih dari sekedar untuk mencari pasangan. Siang malam yang ditampilkan dari film-film tersebut bukan tayangan anak-anak sekolah yang belajar. Tak lebih dari adegan penuh konflik berebut seseorang yang yang mereka idamkan. Dan tak ada unsur pendidikan dari film dengan latar belakang tempat belajar tersebut. Dan tak dapat dipungkiri cerita-cerita penuh bualan itu pada akhirnya akan mempengaruhi remaja-remaja kita yang masih hijau untuk dapat seperti apa yang mereka lihat, berpacaran, cari pasangan dll dan dll.

Yang akhirnya budaya pacaran yang kalau anda mau jujur mungkin jarang ada pikiran bahwa saya benar-benar ingin jadi pasangannya, terutama bagi kaum adamnya. Terbukti dengan perilaku mereka yang nggak pernah puas melihat pasangan mereka saja. Kalu ada yang lebih, mereka tak kuasa untuk perpaling, lupa sama orang yang katanya amat mereka sayangi. Semua tak lebih dari nafsu belaka. Ujungnya jangan salahkan mereka jika akhirnya nanti ada kabar siswa SMA membuat film hot, mereka nggak salah. kita mestinya lebih menjaga mereka.

Dan, semua generasi telah habis, tak akan ada yang bisa yang bisa diharapkan. Yang kecil sudah salah dalam memahami pondasi hidup hingga sangat takut sama klenik dan tentu saja mereka akan lebih takut pada setan, dukunnya ataupun hal lain yang mereka bisa lihat daripada kepada Allah. Mereka akan menjadi orang yang sangat ciut mentalnya untuk meneriakkan kebenaran. Sedang generasi yang sudah agak gede terjerumus dalam pergaulan bebas dengan berbagai konsekwensi seperti hamil di luar nikah dan sebagainya. Yang pada ujungnya akan membuat mereka merasa tidak mempunyai masa depan yang baik, mereka jadi generasi patah semangat.

Bisa apa kita dengan generasi seperti ini di masa depan, siapa yang akan membangun negeri ini ? Bahkan kadang saya berpikir mungkin, dunia pertelevisian negeri ini adalah kepanjangan tangan orang-orang yang ingin merusak bangsa ini. Bisa jadi mereka adalah agen bangsa-bangsa yang telah maju yang ingin menguasai negeri ini dengan berbagai cara. Agen Israel, ataupun berbagai bangsa yang katanya maju tapi nyatanya nggak bisa berbuat dengan bijak untuk memimpin dan mengajak bangsa lain untuk maju. Mereka dengan kemampuan mereka justru banyak membuat kasus dan ketegangan pada berbagai belahan dunia ini.

Mari berbuat lebih waspada.

14 thoughts on “Dilarang Keras Nonton TV

  1. Saya ngikut Pak dokter IMCW karena saya hobi nonton balap motor dan balap mobil, kalau berita terus terang lama2 saya agak bosan dengan gaya pemberitaan yang ada
    Memang repot kok Mas Anas karena TV benar2 berubah fungsi menjadi mesin pengeruk uang, padahal jaman dulu yang namanya TVRI dan TPI (waktu TPI masih hanya siaran pagi-siang hari saja) banyak muatan2 edukatif di TV tsb…tetapi sekarang…?????

  2. iya tuh. TV sekarang jadi racun. makanya saya lebih suka nonton dvd atau main komputer. minimal do something useful, not useless like watching sinetron…

  3. Yap, semua bener, he he he , TV jaman sekarang memang nggak ada baiknya, khususnya sinetron dalam negeri. Huh, sebel, njiplak dan nggak mutu.

  4. gunakan tv untuk nonton dvd atau maen game … hehehehe

    Gimana kalo nggak usah beli tv sekalian, dah punya pc tinggal beli tuner, pasti nggak sempet nonton, enakan blogging hehehe🙂

  5. hehehe… tv saya si sll nyala 24 jam kecuali pas kerja… hehhehe.. tp yang ditonton pilm barat gitu… klo ga bagus n males ngikutin ya dibiarin aja… lebih sering nya liat musik² gitu… apa lagi klo jam 9 mlm di RBTV, dengerin campursari… bis tuuu… tidur, tp tv diganti dulu chanelnya ke Gtv sambil dengerin MP3 sampe ketiduran… bangun² Spongbob deh… hehehhe…

    aku paling sering nonton juga paling pilem barat🙂

  6. yap, saya jg ikut riskan akan pengaruh tayangan televisi terhadap perkembangan sekarang karena tayangan televisi ini banyak mengarah pada hal-hal mistis ataum budaya hedon, bahkan didaerah dampingan saya anak SD kelas 3 pun sudah tau apa itu pacaran,pada saat acara perpisahaan di suatu SD anak-anak banyak menampilkan tari-tarian yang mereka anggap modern (dance) dan sangat sedikit tarian yang bernuansa lokal sehingga kearifan budaya lokal tidak lagi menjadi suatu kebanggaan dalam pandangan anak yang notabenenya mereka adalah generasi penerus bangsa. sudah saatnya lah para orang tua memperhatikan ataupun mengontrol anak dari tontonan televisi atau pun pihak-pihak terkait mulai berperan aktif melalui keb9ijakan-kebijakan yang berp[ihak pada tontonan yang ramah anak.

    Yup, ikut sedih banget deh😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s