Traffict, Ikhlas dan Bualan

Nggak nyambung ? Mungkin. Tapi di sini aku coba untuk menyatukan mereka layaknya saudara dekat dalam satu keluarga yang memiliki keeratan. Oke deh daripada kelamaan  dan nggak jelas langsung aja tancep gas. Bermula dari satu serombongan pertanyaan berikut yang pernah ada di posting lalu :

Ngeblog ngejar traffic ? Bisa apa dengan traffic ? Emang bikin kenyang ?

 Awalnya aku sangat bangga dan besar kepala plus sesak baju ini bisa dengan sombong dan lantangnya berkata cerobohnya menulis seperti itu. Tapi, begitu aku pikir-pikir berulang-ulang dan terus-menerus serta berkali-kali aku jadi malu dengan diri ini. Sisi hati yang lain yang terdalam dalam diri ini berkata ” Munafik lu.. sok suci, ngakunya nggak ngarepin traffict. Nyatanya kalo jumlah yang baca banyak lu tuh senengnya kayak dapet uang sekoper, pake’ senyum-senyum sendiri  lagi, dasar sableng “

 

Yap, traffict memang membuat kita — kalo mau jujur, sejujur-jujurnya — akan menjadi senang atau minimal tersenyum bangga akan apa yang ditunjukkan oleh deretan angka-angka itu. Kita akan berkata dalam hati ” Ternyata apa yang aku tulis berguna ”  atau “Ada yang baca, berarti bagus nih, aku bakat untuk nulis”.  ” Aku seneng deh, itu ternyata bukan sampah ” . Atau beraneka perkataan hati yang lain-lainnya lagi yang  anda pasti bisa merangkainya sendiri. Ada yang mau kirim rangkaian kata ?

Udah dulu nih bicara nulis traffict dengan kejujuran hati kitanya.  Salam perpisahan ? Posting berakhir ? Hei ! Belum non, ada yang belum kebahas tuh. Sekarang kita migrasi dari kata Traffict dengan menuju Ikhlas.  Kita  coba buat sambungannya yah.  Berangkat dari rasa senang dan bangga bahwa blog yang kita rawat dan kita pupuk dengan beraneka macam resep posting itu berguna dan dibaca banyak orang, pasti akan memunculkan kepuasan hati . Kepuasan hati ini pada akhirnya nanti akan membawa kita pada suatu rasa untuk semakin bisa berbuat lebih dan lebih lagi untuk blog kita. Dengan tujuan untuk dapat lebih berguna bagi orang lain, ini bagi yang Ikhlas. Bagi yang lain —gila traffict, pemuja traffict tau pula rekan-rekannya — mungkin untuk agar supaya dapat menaikkan jumlah pengunjung atau minimal mempertahankan jumlah pengunjung yang akan tetap memuaskan hati mereka.

Bagi yang ikhlas dengan berbekalkan traffict yang bejibun itu khan merka akan semakin sukses saja untuk dapat bisa berguna bagi orang lain. Semakin menambah luas ladang amal yang jika kita tuai tanamannya akan bisa kita pakai sebagai hasil panen yang berguna bagi kita di hari akhir nanti. Dari sini sudah jelas khan, traffict itu ternyata dapat dipakai sebagai ‘jamu’ pendongkrak semangat untuk bisa menjadi seorang blosgger yang Ikhlas.  *Maksa*

Sekarang ada apa dengan kata terakhir ? Bualan ? Siapa yang membual ? Yang ini secara sedikit agak maksa aku ikutkan dalam keluarga ini. * dari tadi semuanya maksa euy*  Masih berkaitan dengan traffict  dan upaya untuk meningkatkan keikhlasan ataupun apa namanya yang saya maksud kemauan dan nafsu untuk menulis lebih dan lebih lagi dan mungkin juga dengan cara yang berlebihan.🙂

Kita lihat posting ini.  Betapa amat sangat menggairahkannya isinya.  Dalam satu bulan sudah ada beribu-ribu blog yang telah tercipta. Dengan lebih dari 130 ribu orang yang telah ikut daftar,  jutaan sampah posting berserta ribuan halaman baru.  Puluhan juta ton komen sampah dan ratusan orang yang telah melihat halaman-halaman itu. Disertai dengan berbagai hal tak terduga dan tak terimpikan lainnya lagi. Duh bikin bangga, seneng, Ikhlas.

Ikhlas ? Bisakah ? Nampaknya kalau kita mau lebih teliti, apalagi anda mau mengikuti kesimpulan sepihak,  nggak mutu — dan dibumbui dengan kebiasaan membuat kesimpulan dan main hakim sendiri dalam membuat kesimpulan dan pandangan tentang berbagai hal yang ada — yang saya ambil, anda akan merasa marah, atau minimal nggak tenak deh. Betapa tidak, coba anda lihat statistik blog anda apakah benar angka yang terpampang di halaman blog anda jumlahna sama dengan jumlah pengunjung anda dalam  grafik yang menunjukkan pengunjung anda hari demi harinya ?  Sangat timpang dengan jumlah yang dimunculkan pada sitemeterna. Papakah ini bukan suatu bualan ? mari berpikir bersama.

10 thoughts on “Traffict, Ikhlas dan Bualan

  1. Hmm… menarik🙂

    Bagi yang lain —gila traffict, pemuja traffict tau pula rekan-rekannya — mungkin untuk agar supaya dapat menaikkan jumlah pengunjung atau minimal mempertahankan jumlah pengunjung yang akan tetap memuaskan hati mereka

    Hmm… ini yang agak buruknya. Terkadang demi mengejar traffic ada beberapa yang tak ragu untuk copy-paste dari berbagai macam sumber…
    Memang sih, kalau yang mampir banyak, ada perasaan tersendiri:mrgreen:
    Demi traffict, kepuasan hati dan perasaan lain, memang kadang semua rasanya bisa diterapkan ya, asal aja gitu.

  2. saya blogger baru om, masih belum gila trafict. masih pengen ngetes konsistensi (update blog) saya aja.

    Yap, selamat ngetes diri anda, semoga dapat menjadi blogger yang handal dan tidak gila traffict dan selalu mengedepankan mutu posting anda. Makasih udah kesini lagi mas.🙂

  3. Ya bagaimana lagi karena trafik menggambarkan jumlah pengunjung yang ada
    Semakin banyak pengunjung maka pesan yang kita sampaikan bisa lebih luas jangkauannya…😀
    BTW saya sudah kembali ke blogsphere
    pengumuman supaya banyak teman yang mampir lagi…ah ujung2nya trafik juga hehehehe

    Traffict, traffict dan traffict, memang selalu bikin kita jadi orang ang nggak pernah puas.

  4. tapi emang bener, kalo pengunjung banyak hati senang, jadi semangat menulis dan berkarya. pokoknya nulis terus walaupun kadang kagak guna
    btw…kalo edit comment, itu harus teliti. coba lihat komen no.2, blockquotenya jadi tertulis, karena resiko ngedit komen untuk sekarang ini agak susah. coba deh diperhatiin😉
    Makasih udah diingetin, sekarang udah khan.

  5. blogwalking berharap ada kunjungan balik?

    gimana kalo saya berkunjung terus dapat uang saku minim Rp 10.000,-
    jadi sering blogwalking nggak berharap kunjungan balik kan? hehehehe

    uang saku, mau donk, tapi rngasihnya lewat mana?

  6. trafik meningkat berarti tanggung jawab..mbalesi komentar..nyediain pita lebar..dll..kl sanggup ya gpp [shg saya pindah ke blogspot lg😀 maklum fakir..]

    kecuali semua itu sama dengan uang (blog sbg usaha sampingan / malah utama [??])..ya lain lg mslhnya..asal jujur ajah..😀

    yuk sharing yuuukk…gitu aja kok repot ya..

  7. ooo begitu ya… (sambil angguk-angguk.. biar dikira ngerti…)

    tulisan yang bagus… jadi pertanyaannya

    bagaimana cara nulis yang bagus?
    atau
    bagaimana cara nulis suapaya trafict naik??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s