Selamat Pagi Sragenku

Dibalik embun bagi yang tersibak,

Kala kabut pagi telah menghilang,

Dan kicauan burung mulai mengisi telinga ini,

Matahari telah mengumbar senyumnya,

melepas segenap sinar penghidupannya,

sinar yang menghidupkan kami,

sinar yang mengusir dingin pagi,

Terlukis senyum kecil dalam bibir ini,

dan aku ingin berkata sedikit saja padamu,

Selamat pagi Sragenku,

Yah, itulah yang paling aku ingin katakan saat inio meskipun telat –seharusnya kemaren–. Selamat pagi Sragenku kini engkau telah genap 261 tahun. Meski Pabrik-pabrik mulau berdiri di pinggir jantungmu aku akan selalu berharap kau tetap ASRI.

ASRI  : Aman, Sehat, Rapi, Indah.

Demikian sodaraku maaf bila lama menunggu postingannya.

5 thoughts on “Selamat Pagi Sragenku

  1. mudah-mudahan sragen bisa menata kota, nggak seperti kotaku yang semakin amburadul, tapi heran mendapat penghargaan akhlak mulia, heran darimana juga asalnya.

  2. @kang peyek
    Amin, semoga kang. Klo gresik kapan ultahnya kang ? *tanya iseng*

    @Herdyanto
    Ya bangun dari tidur berhari-hari, keterangan, baca postingnanti ya

  3. Lho Sragen ASRI juga to?
    Kok kayak Wonosobo…sama2 ASRI lho…
    Juga sama2 Aman, Sehat, Rapi, Indah

    #deking#
    Ah mosok, kok bisa sama ya ? *garuk-garuk kepala*

  4. waduh ada orang sragen…nyam nyam…sate kambing, tonseng solo, tengkleng… puisinya bagus banget mas… waah aku ga bakat buat puisi

    Ah bu dokter ini bisa aja puisi kayak gitu kok dibilang bagus, fitnah tuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s