| Blogosphere Pasca Kisruh |

Heran campur bingung, itu yang aku rasakan. Setelah semua kericuhan itu reda, saya merasakan ada aroma lain dalam blogosphere, aroma lain itu [menurut saya di anataranya adalah:

  • Tema postingan yang dibuat oleh sebagian besar sodara adalah tentang teknologi, berbagi hal baru, dll.
  • Karena segenap postingan dengan tema di ataslah untuk tema yang biasa para sodara teriakkan jadi sangat sedikit intensitanya. Blogger seakan sudah kehilangan leher untuk berteriak tentang solidaritas bangsa ini.
  • Sepi. Berdasarkan pemantauan sejenak yang saya lakukan berulangkali di berbagai gubug saya mandapati banyak postingan dari sodara sekalian yang sangat miskin akan komen yang menandakan akan jarangnya blogger yang bergentayangan.
  • Ada beberapa tulisan tidak mutu seperti ini yang terpublish.]

Yang jadi pertanyaan bagi saya adalah:

  • Apakah semua sodara sudah muak dengan apa yang telah diteriakkan selama ini ? Hal ini sedikit banyak juga saya rasakan sendiri.
  • Seberapa saktikah orang yang telah memindahkan perhatian kita pada hal yang membuat kita berpecah dalam tema pada beberapa waktu lalu hingga kita begitu saja lupa akan apa yang telah kita pikirkan siang dan malam sebelumnya.

Saya jadi mikir atau memang seperti inikah dunia blogging sebelum saya datang, sehingga saya sebenarnya tak perlu repot untuk berpikir tentang hal ini. Karena memang berubah topik di dunia blogging itu adalah hal yang sangat biasa.

[Kalo memang dari dulu sepert itu-kasih tahu donk- berarti aku buang-buang tenaga n’ pikiran donk buat apa berpikir tentang hal yang tak semestinya dipikirkan].

3 thoughts on “| Blogosphere Pasca Kisruh |

  1. jangan jangan tulisan saya nggak bermutu..he he..tapi lepas dari apapun, seburuk dan sebagus apapun, itu cuma sarana curhat dan menyampaikan gagasan..walaupun mungkin kurang bermanfaat bagi lainnya..

    #pak iman#
    Kliatannya nga’ juga temanya khusus jarang-jarang ada temen yang tulisannya seperti bapak, background di dunia nyatanya saja beda banget

  2. Sementara “cooling down” dulu boleh kan? sambil menunggu hasil dari team yang dibentuk pemerintah. Bolehlah hati panas, tapi kepala harus tetap dingin.

    #faiq#
    Kepala dingin musti donk, wajib tuh, tapi menurutku sepinya nyeremin sih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s