Akhirnya jebol juga, setelah sudah lama saya mencoba bersabar dan tidak menuliskan tulisan yang menjelek-jelekkan pihak BenQ ( dalam hal ini Dian Graha sebagai distributornya ) dan tetap berbaik sangka. Sudah sejak tanggal 22 Februari lalu BenQ C30 saya menginap di Service Center, tapi sampai saat ini belum juga pulang. Kalau tidak seperti ini dan penuh dengan kejelasan sih nggak pa-pa. Tapi yang ini benar-benar menjengkelkan, membosankan dan membuahkan kecurigaan dan tanda tanya besar.
Bagaimana tidak, belum seminggu saya menitipkannya di Service Center ketika saya cek mereka langsung memberikan jawaban kalau butuh waktu satu sampai tiga bulan untuk merampungkan perbaikan atas hp saya tersebut. Capek deh, nggak kuat bayangin waktu itu. Melihat hal itu saya akhirnya berusaha untuk maklum saya tidak mengusiknya sama sekali selama satu bulan. Setelah satu bulan, saya datang lagi ( siapa tahu baru sebulan dah selesai ) dengan disuguhi jawaban ‘Katanya dari pusat masih tiga hari lagi mas, jadi kalo pasnya mungkin seminggu lagi’ pulanglah saya dengan kehampaan dan harapan. Seminggu, saya sudah hampir berangkat, tapi temen saya nyaranin buat telpon sana dulu, ngecek. Dan benar, ada lagi alasan katanya ‘ada trouble lagi mas dari pusat, nanti akan kami hubungi ‘ Nggak jadi berangkat deh. Sebagai gantinya kirim e-mail aja deh nanyain ke dian graha, sudah sejauh mana ? Tapi sampai saat ini belum juga ada jawaban.
Hampir dua minggu kemudian, saat maen ke kampus sama temen saya itu lagi, mau lihat bazar buku, sekalian mampir aja deh. Nunggu dihubungi ? Kapan ? ‘Akhir April deh mas’ Ok I hold that, begitu pikir saya. Karena sedang nggak ada kesempatan plus keuangan lagi kritis ( nggak banget sih ) akhirnya sekalian aja deh, awal Mei saya beri kelebihan. Tapi apa yang saya dapat ? Masih sama saja. ‘Masih di pusat itu mas, kita udah coba tapi belum juga dikirim ( berarti dah jadi donk )’ Haaah, pusing deh, saya tak habis pikir betapa pongahnya mereka terus mengulur-ulur waktu, betapa bodohnya mereka menelantarkan Customer mereka dengan memberikan pelayanan level rendahan seperti itu. Betapa bodohnya pula mereka dengan semaunya memperlakukan pelanggannya seperti itu, apa mereka tak berpikir pada efek yang mereka dapatkan pada sisi pemasaran mereka.
POKOKE saya sangat mangkel deh, betapa mereka tidak profesional, betapa acak-acakannya system kerja mereka. Kalau sudah jadi mengapa tidak segera dikirim, kalau masih lama kenapa nyuruh saya menunggu seminggu kemudian ato apalah, terlalu banyak alasan. Sampai saat ini saya akhirnya memiliki kesimpulan pendek seperti ini :
1.Mungkin karena Siemens melebarkan sayapnya terlalu lebar kali ya, dari transmiter yang ada di BTS sampai mesin Bubut dan masih banyak lagi. Sehingga kalau dibandingkan pastinya masih kalah jauh hasil yang mereka dapatkan dari bisnis handset ini, sehingga bisnis yang satu ini tidak diurus secara maksimal. Bahkan cenderung di telantarkan.
2. Ini yang membuat saya menjadi bertanya-tanya dan menyarankan anda tidak membeli produk mereka dengan menulis judul seperti itu. Service Center yang mereka dirikan ternyata tak lebih dari sekedar mengikuti trend para distributor yang lain. Nyatanya kosong, itu bukan Service Center. Gimana nggak, karena masih penasaran kemarin setelah keluar dari bangunan itu, berhubung hujan deras nggak bisa langsung pergi deh, saya kembali masuk dan bertanya, apa jika sampai batas waktu yang mereka buat ( tiga bulan ) hp saya belum juga bisa pulang mereka akan bisa memberi solusi yang lebih mengenakkan ( replace misalnya ? ) Eh si mbaknya malah bilang kalau memang semua nyang rusak itu bakal diganti ( entah dia tau bener maksud replace yang saya maksud itu keseluruhan barang atau hanya bagian yang rusak ). Nah, kalau begitu kenapa nggak dari dulu saya dikasih hp yang baru saja. Kenapa harus buang waktu dua bulan dan tenaga saya. Nggak gratis lho bolak-balik ke situ mbak.
Eh mbaknya nambahin lagi gini nih ‘ Nanti kalau dah ada yang dikirim ke sini bisa kok mas yang saya kasih dulu, dulu khan sebelum mas juga pernah ada C30, jadi bisa saja kami memberikan dulu kepada mas. KAMI SUDAH BIASA KOK BEGITU’. Nah lho, gimana saya harus bilang ya atau tidak ? Ouw ternyata dah biasa ya begitu, bisa saja donk punya saya sekarang dah dipegang orang lain yang menservice sebulan setelah saya. Bisa saja donk nanti saya mendapat barang bobrok sisa orang lain. Apakah ada Service Center semacam itu selain miliknya dian graha ? Itu Service Center apa makelar ya ?
Dari itu lebih baik beli saja merek lainnya yang layanan purna jualnya jauh lebih baik, nggak seperti ini, katanya garansi tapi nyatanya malah dipersulit.
Komentar Terakhir