Ok deh, menuruti request dari sobat Yokhie seVen kemarin yang memberikan kometar di posting saya terdahulu tentang Samsung M3510, yang saya sendiri merasa kurang lengkap. Saya akan memberikan review yang lebih lengkap lagi tentang ponsel ini. Langsung aja, nggak banyak ini itu ya .
1. Fitur Extra [Musik]
Saya mulai dengan fitur yang diunggulkan ponsel ini. Yang paling menarik adalah kemampuan musikalitas yang disertai dengan shake controlnya. Meski menurut saya kurang bisa berguna, karena memang dari pihak Samsung sendiri mengakui fitur ini kurang maksimal, sehingga saya memilih untuk mematikan fitur ini saja. Saya paling sering mendapati fitur ini bekerja adalah saat meletakkannya di atas meja, dengan sedikit mengetukkan badan ponsel dua kali, maka otomatis player musiknya bisa mati sendiri. Selain juga bisa bekerja untuk aplikasi tambahan bawaan ponsel ini.
Terlepas dari itu, mari kita mencoba untuk melihat lebih dalam ke kemampuan player musiknya sendiri. Bisa dibilang suaranya sudah cukup enak, nggak ada kekurangan kalau mau didengarkan tanpa headset. Cuman satu – mungkin karena terbiasa dengan suara yang lebih keras – saya merasa kurang kenceng aja, karena kalau dilihat fisik speakernya jauh lebih kecil dibanding Motorola W388 saya, apalagi BenQ C30. Tapi soal kwalitas, jelas lebih baik, posisi speaker juga menggunakan earpiece depan, jadi suaranya bisa lebih terdengar natural.
Bagaimana jika didengarkan menggunakan headset? Mantab bro, saya sangat senang mendengarkan Leave Out All The Rest dan Lying From You punya Linkin Park lewat headset ini. Suara bass yang dihasilkan mantab, besar tapi nggak pecah sama sekali. Samsung emang pinter ngracik headset ini, beda dengan headset standar lain yang saya pakai sebelumnya, kalau terlalu kenceng bikin kuping keder. Disamping itu sudah ada Equalizer yang jumlahnya 12. Tampilan player yang sudah support clipart juga makin membuat cantik rasanya. Kalau bosen juga bisa pindah dengerin radio saja.
2.Kamera.
Mengusung resolusi 2 Mpix, standar lah. Interface saat pengambilan gambar juga sudah intuitif. Sama halnya dengan saat menggunakan player musik, saat menggunakan kamera tombol di keypad juga berubah fungsi untuk mempermudah aktifitas kita. Mulai dari mengatur ukuran gambar, kwalitas, efek dan pindah cepat ke video semuanya ada. Daftar shortcut ini bisa kita temukan di option-shortcuts untuk musik dan option-camera shortcut untuk kamera.
Kalau dilihat dari softwarenya, juga sudah cukup mumpuni nih, setara denga Symbian 3rd S60 edition lah. Walau memainkan player musik, tapi sudah bisa ndobel kamera dan juga aplikasi java. Yang saya rasa terlewatkan adalah shortcut musik yang ada di kiri body sebenarnya bisa saja digunakan untuk tombol take picturenya. Tapi Samsung nampaknya tidak melihat kebaikan dari pemikiran saya itu. Mereka tetap mempercayakan tombol tengah d-pad untuk mengeksekusi pengambilan gambar. Ditambah lagi dengan viewfinder yang agak menipu, karena photo yang kita ambil pasti hasilnya selalu lebih dari apa yang terlihat di viewfinder. Untuk sisi melebarnya pasti ada saja yang tadinya tidak terlihat jadi muncul di foto hasil jepretannya.
3. Konektivitas dan Memory
Nggak usah ditanya soal ini, dah ada bluetooth yang supposrt A2DP, meski saya belum nyoba pakai headset yang pakai kanal bluetooth. Tapi kalau dipakai transfer data dah lancar dah. Ketika digunakan sebagai modem juga relatif cepat. Karena selain menggunakan jalur GPRS, Samsung M3510 ini juga mensupport kanal data EDGE.
Urusan memory apalagi, dari spec-nya sih kita bisa pakai MicroSD yang punya kapasitas 8 GB. Walau dalam paket penjualan kemarin saya nggak menemui sebiji MicroSD pun (dan sampai sekarang belum juga saya carikan, males ke solo, Sragen adanya cuman 2 GB), tapi memory internalnya yang 40 MB sudah bisa menolong lah, kalau Cuma mau nyimpen lagu favorit dah bisa muat sampai 9 lagu dengan bitrate minimal 128 kbps. Satu lagi, alokasi untuk aplikasi Java nih yang saya rasa perlu ditambah, soalnya cuman ada space 4 MB untuk mengakomodasi ini. Jadi ya agak terbatas jumlah aplikasi yang bisa kita install.
4. Ponsel, tetaplah Ponsel
Mau secanggih apapun, yang namanya ponsel haruslah mencukupi kapasitasnya sebagai ponsel, nggak boleh dikalahkan dengan fitur tambahannya. Secara garis besar juga sudah bisa mengakomodasi semua fungsinya sebagai ponsel, adanya setup wizzard sudah sangat membantu untuk mengatur settingan ponsel. Untuk aktifasi gprs juga sangat mudah. Sepanjang saya menggunakan Motorola, belum pernah bisa saya menggunakan jalur data pada kartu xl saya. Tapi begitu pakai ponsel ini, langsung bisa ON. Tinggal pilih saja profilnya, nggak perlu ngisi APN dan lain-lain. Begitu ganti IM3 juga gampang, pilih aja jalur koneksinya ke indosat, beres.
Untuk perpesanan, Ok coy, sms biasa, email sejauh ini yang sudah saya coba setting, lancar saja tuh, sudah bisa kirim email langsung dari ponsel dengan menggunakan account email blog berbayar saya. Ditambah lagi ada fitur block list untuk meblokir orang-orang yang tidak kita inginkan menghubungi kita. Lewat semua jalur, call, sms, email, mms semuanya ada fitur ini.
Satu hal yang bikin saya agak gusar adalah suara ringtone dan juga sms yang terdengar terlalu pelan. Saya seringkali melewatkan membalas beberapa sms ketika berada di keramaian. Karena sama sekali nggak mendengar ringtone tersebut, meski sudah saya setting maksimal.
5. Design
Nggak boleh dilupakan juga nih, design, tampilan sosok ponsel tersebut. Sekilas pandang sangat ergonomis, dengan dimensinya yang langsing dengan ketebalan nggak lebih dari 1 cm. Layarnya juga terlihat cukup luas dengan diagonalnya yang sudah 2 inchi. Disokong dengan resolusi yang sudah menjadi standar 240 x 320 sangatlah apik dengan ketajaman warna 16 juta.
Selain menggunakan headset bawaan yang juga menggunakan interface transfer data dan juga charger sebagai lubang eksekusi semua lagunya, juga ada lagi colokan headset satunya lagi tepat diatas-kanan ponsel, sehingga saat ditaruh disaku, dengan headset terpasang tetap nyaman. Dibawah lubah headset standar tersebut ada tombol shortcut pengatur volume, increase dan decrease. Sedang di sisi sebaliknya, di bawah colokan kabel data ada shortcut untuk player musiknya. Meski terasa tumpang tindih dengan shortcut yang ada di atas keypad untuk urusan ini.
Tombol shortcut di atas keypad itu saya rasa justru kurang mendukung saat interface di layar berada pada player musik itu sendiri. Karena fungsinya dengan tombol d-pad sama persis. Cuman lebih tegas aja, kalau dengan d-pad mungkin saat ingin mem-pause musik dan ponsel dalam keadaan tidak siaga (layar sudah padam), harus dipencet dua kali, dengan tombol itu, apapun kondisinya cukup sekali saja. Tapi saat kita menggunakannya sembari browsing dengan Opera Mini ™ semisal, tombol ini sangat membantu, kita bisa langsung mengontrol player musiknya dari sini.
Komentar Terakhir