Pertanyaan yang aneh lagi. Jauh lebih aneh bahkan.
Mungkin anda akan menjawab dengan berbagai pertanyaan balasan seperti berikut. ‘Kalo tidak hidup untuk kehidupan kita lantas hidup bagi kehidupan siapa ?’ Atau bahkan ‘Apakah kita nggak benar-benar hidup, sehingga masih perlu bertanya untuk siapa kita hidup itu ?’ Atau yang paling sederhana ‘Memangnya ada ya yang bisa mengambil kehidupan kita ? Kok kayak ghost rider saja, jiwa dan kehidupan digadaikan’
Yaks, nggak tau juga maksud dari pertanyaan itu yang lebih dalam bagaimana, tapi yang jelas kalimat itu muncul begitu saja di benak saya saat melihat berbagai realita kehidupan di sekitar saya. Saya melihat banyak orang di sekitar saya walau mereka terlihat menikmati hari-harinya, mereka dapat tersenyum, tapi di lain sisi kadang mereka terlihat bingung. Resah, gelisah dan putus asa dengan apa yang mereka hadapi, dengan ketidakjelasan akan apa yang akan mereka pakai untuk bisa menjalani kehidupan mereka disaat-saat usia senja mereka. Jangankan usia senja untuk membayangkan dengan apa mereka akan memberikan kebahagiaan untuk anak-anak mereka saat mereka remaja saja mungkin ada yang tak berani.
Walau mereka bekerja dengan segenap potensi dan kemampuan yang mereka miliki. Dengan bersungguh-sungguh mereka telah mencobanya, dengan semangat yang membara untuk berbuat baik dan maksimal sesuai dengan apa yang bisa mereka lakukan dan apa yang ada pada diri mereka. Seringkali tiba-tiba mereka harus menerima kabar yang terdengar seperti mimpi buruk di siang bolong. Yang membuat mereka sejenak menghentikan kesibukan dan upaya mereka untuk bisa memberikan hal terbaik dari mereka. Menggantikan semua itu dengan geleng kepala dan melongo dengan wajah bodoh. Sambil berkata dalam hati ‘Bagaimana bisa bajingan itu temanku yang seharusnya berada jauh di belakangaku itu mendahuluiku, bagaimana bisa dia melakukannya?’
Yang pada akhirnya semua itu menjadi penghalang bagi mereka untuk bisa bersemangat lagi. Untuk apa ? Untuk apa bekerja dengan diiringi semangat yang membara kalau nyatanya uang lebih bisa menentukan nasib di masa yang akan datang dari pada kerja keras dan pengabdian yang terus-menerus dibangun ? Semua itu sia-sia!
Salah satu penyakit negeri ini. Memang seperti itu ya. Semestinya negeri ini bisa jauh lebih baik dan maju, namun terpaksda semua itu hanya menjadi mimpi dan angan yang tak kunjung datang menghampiri negeri ini. Karena dengan adanya praktek seperti itu tanpa sadar sistem dinegeri ini telah mengganti orang-orang terbaik yang ia miliki. Yang mampu dan mau bekerja dengan keras dan tulus pada awalnya dengan orang yang entah bagaimana dia bisa bekerja. Yang kemungkinan besar di masa depan mereka justru ikut menghancurkan negeri ini. Sebagai upaya untuk mengembalikan apa yang mereka usahakan untuk bisa mencapai posisinya.
Sebagai imbas dari realita itu, bagi orang-orang baik pun akan bereaksi atas semua itu. Bisa jadi karena kekuatan iman dalam dada mereka mereka akan tetap memegang erat prinsip hidupnya. Namun tak jarang mereka pada akhirnya juga melakukan hal yang sama, yang pada awalnya mereka haramkan tersebut, kalu tidak demikian, mereka tidak melakukannya mungkin hanya karena keterbatasan resource pada mereka saja.
Akhirnya, realita seperti itu tak akan terelakkan dari generasi ke generasi
Mereka telah diekoki dengan kesalahan bersama yang ada dalam sistem yang telah ada di pemerintahan ini. Tak ada pilihan, tak ada hal lain yang lebih baik yang bisa untuk diambil, jika tidak ikut seperti itu maka habislah kita. Itulah pikiran dan kesimpulan akhir yang kadangkala diambil saat ini. bagaimana jika hal ini tak segera berubah ? Mungkin akan menghasilkan orang dengan kesimpulan serupa dalam jumlah yang jauh lebih besar di waktu mendatang.
Kenapa ? Jelas karena mereka sudah tidak bisa hidup dengan pilihan mereka sendiri. Mereka tanpa sadar telah berubah menjadi robot yang mengikuti sistem yang telah bobrok. Tak ada pilihan untuk hidup sesuai dengan hati nurani, tak ada kesempatan untuk mecoba merenung tentang hidupnya dan kembali memulai dari awal lagi. Bagaimana dengan anda ? Apakah anda hidup sesuai hati nurani anda ? Apakah anda hidup demi kehidupan anda sendiri ?





Komentar Terakhir